15 Juli 2026

PRESTASI TIGA GELAR PS MALAKA TUAI APRESIASI, NAMUN RANGKAP JABATAN DOKTER ASN PICU PERTANYAAN PUBLIK

file_00000000268871fab649e20cbd3bff7c
Spread the love

PRESTASI TIGA GELAR PS MALAKA TUAI APRESIASI, NAMUN RANGKAP JABATAN DOKTER ASN PICU PERTANYAAN PUBLIK

 

Di Tengah Kebanggaan Sepak Bola, Masyarakat Minta Kepastian Bahwa Pelayanan Kesehatan Tetap Menjadi Prioritas

LibasMalaka.com | Malaka – Keberhasilan PS Malaka meraih tiga gelar juara pada kelompok usia U-12, U-13, dan U-15 menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Malaka. Prestasi tersebut dinilai sebagai hasil pembinaan yang konsisten dan kerja keras seluruh pemain, pelatih, serta manajemen tim.

Di balik keberhasilan itu, nama dr. Dionisius CH. Bria Seran, Sp.OG mendapat perhatian karena berperan sebagai Direktur Sepak Bola sekaligus pelatih PS Malaka.

Namun, bersamaan dengan apresiasi tersebut, muncul pula diskusi di tengah masyarakat mengenai status beliau sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang juga mengemban tugas sebagai dokter.

Sorotan publik bukan diarahkan pada prestasi sepak bola yang diraih PS Malaka, melainkan pada bagaimana jabatan tambahan tersebut dijalankan tanpa mengurangi kewajiban utama sebagai tenaga kesehatan.

Perbincangan semakin berkembang setelah beredar pemberitaan yang menyinggung adanya surat izin untuk mendampingi tim, serta pernyataan yang menyebut waktu penerbitan surat tersebut tidak diingat secara pasti oleh pejabat terkait.

Kondisi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan publik.

Apakah seluruh prosedur administrasi telah ditempuh sesuai ketentuan?

Apakah pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal selama yang bersangkutan menjalankan tugas di sepak bola?

Apakah mekanisme pemberian izin telah dilaksanakan secara tertib dan terdokumentasi dengan baik?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dinilai wajar mengingat profesi dokter merupakan salah satu pelayanan publik yang sangat bergantung pada kehadiran tenaga medis.

Dalam perspektif regulasi, ASN memang dapat memegang jabatan lain sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk memperoleh izin dari pejabat yang berwenang, tidak mengganggu tugas utama, dan menghindari benturan kepentingan.

Karena itu, yang menjadi perhatian masyarakat bukan sekadar jabatan rangkap itu sendiri, melainkan bagaimana pemerintah memastikan pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan.

Sebagian masyarakat juga menilai bahwa penjelasan mengenai mekanisme izin perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda di ruang publik.

Bagi warga, persoalan ini lebih besar daripada sekadar sepak bola. Yang dipertanyakan adalah bagaimana birokrasi memastikan setiap ASN tetap menempatkan tugas pokok sebagai prioritas, khususnya pada sektor pelayanan kesehatan.

Prestasi olahraga tetap layak diapresiasi. Namun keberhasilan di lapangan hijau juga diharapkan berjalan seiring dengan kuatnya pelayanan publik.

LibasMalaka.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada dr. Dionisius CH. Bria Seran, Pemerintah Kabupaten Malaka, Sekretaris Daerah, maupun pihak-pihak terkait lainnya guna memberikan penjelasan kepada publik sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.

Editor: Andry Bria
Redaksi:LibasMalaka.Com – Suara Rakyat, Fakta & Integritas

About Post Author