12 Juli 2026

ASN RANGKAP JABATAN JADI DIREKTUR SEPAK BOLA, PUBLIK BERTANYA: PELAYANAN PASIEN TETAP JADI PRIORITAS?

IMG-20260712-WA0014
Spread the love

ASN RANGKAP JABATAN JADI DIREKTUR SEPAK BOLA, PUBLIK BERTANYA: PELAYANAN PASIEN TETAP JADI PRIORITAS?

 

Libas Malaka.com | Malaka – Penunjukan seorang dokter berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai Direktur Sepak Bola memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Sorotan publik bukan semata-mata pada sosok yang bersangkutan, melainkan pada bagaimana jabatan tambahan tersebut dijalankan tanpa mengurangi kewajiban utamanya sebagai tenaga kesehatan.

 

Dalam perspektif regulasi, ASN memang dapat memegang jabatan lain sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Di antaranya, memperoleh izin dari pejabat yang berwenang, tidak mengganggu pelaksanaan tugas utama sebagai ASN, serta tidak menimbulkan benturan kepentingan.

 

Semangat yang diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN juga menegaskan bahwa pelayanan publik merupakan prioritas. Artinya, apabila jabatan tambahan menyebabkan tugas sebagai dokter, pelayanan pasien, atau tanggung jawab di fasilitas kesehatan menjadi terabaikan, maka hal tersebut patut menjadi perhatian sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Di sisi lain, jabatan Direktur Sepak Bola bukanlah tugas yang ringan. Posisi tersebut menuntut perhatian terhadap pembinaan tim, koordinasi dengan pelatih dan pemain, pengelolaan kompetisi, komunikasi dengan berbagai pihak, hingga urusan organisasi sepak bola. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai bagaimana pembagian waktu dan tanggung jawab dapat dijalankan secara optimal.

 

Masyarakat juga menyoroti kondisi pelayanan kesehatan di sejumlah daerah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga dokter. Ketika kebutuhan pelayanan kesehatan masih tinggi, munculnya kabar seorang dokter ASN memegang jabatan strategis di dunia olahraga memicu diskusi mengenai prioritas pelayanan kepada masyarakat.

 

Namun demikian, rangkap jabatan tidak serta-merta berarti melanggar aturan. Apabila seluruh tugas kedokteran tetap terlaksana dengan baik, tidak mengganggu jam kerja, telah memperoleh izin sesuai prosedur, serta tidak menimbulkan benturan kepentingan, maka jabatan tersebut dapat dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Karena itu, yang dibutuhkan adalah keterbukaan kepada publik. Penjelasan mengenai status penugasan, mekanisme perizinan, serta jaminan bahwa pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal akan membantu menghindari spekulasi dan menjaga kepercayaan masyarakat.

 

Pertanyaan yang layak dijawab bukanlah apakah seseorang boleh menjadi Direktur Sepak Bola, melainkan apakah pelayanan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Di situlah esensi akuntabilitas seorang ASN yang mengemban amanah publik.

 

Libas Malaka.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Malaka maupun pihak-pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang sesuai prinsip jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik.

 

Editor: Andry Bria

Redaksi:Libas Malaka.com — Suara Rakyat, Fakta & Integritas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About Post Author