12 Juli 2026

BUPATI DIPILIH RAKYAT UNTUK MEMBANGUN MALAKA, BUKAN HANYA MENGURUS SEPAK BOLA

IMG-20260712-WA0015
Spread the love

BUPATI DIPILIH RAKYAT UNTUK MEMBANGUN MALAKA, BUKAN HANYA MENGURUS SEPAK BOLA

Euforia Prestasi U-13 dan U-15 Diapresiasi, Namun Publik Minta Pemerintah Jangan Lupakan Persoalan Dasar Masyarakat

Libas Malaka.com | Malaka – Prestasi tim sepak bola usia dini Kabupaten Malaka pada kategori U-13 dan U-15 patut mendapat apresiasi. Keberhasilan para pemain muda mengharumkan nama daerah merupakan kebanggaan seluruh masyarakat. Semangat juang mereka membuktikan bahwa Malaka memiliki potensi besar di bidang olahraga.

Namun, di balik euforia kemenangan tersebut, muncul suara-suara kritis dari masyarakat yang menilai pemerintah daerah juga harus memberikan perhatian yang sama terhadap berbagai persoalan mendasar yang hingga kini masih dirasakan warga.

Bagi masyarakat, olahraga memang penting. Tetapi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan rakyat merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Di berbagai desa masih ditemukan ruas jalan yang rusak, fasilitas pendidikan yang membutuhkan perhatian, serta pelayanan kesehatan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat ketika perhatian pemerintah terhadap sepak bola terlihat begitu besar.

Masyarakat tidak menolak kemajuan sepak bola. Justru banyak yang bangga melihat anak-anak Malaka mampu berprestasi. Akan tetapi, publik berharap keberhasilan di lapangan hijau tidak membuat pembangunan sektor lain seolah berada di urutan belakang.

Sorotan publik juga mengarah pada penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena bersumber dari uang rakyat, setiap pengalokasian anggaran tentu harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat luas.

Pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat bukanlah apakah sepak bola layak didukung, melainkan seberapa besar prioritas yang diberikan jika dibandingkan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Sebagian warga berpendapat bahwa apabila sekolah masih membutuhkan perhatian, pelayanan kesehatan masih perlu diperkuat, serta infrastruktur dasar belum sepenuhnya memadai, maka pemerintah daerah perlu memastikan keseimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan.

Sebagai kepala daerah, bupati memang memiliki kewenangan untuk mendukung kemajuan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Namun pada saat yang sama, amanah utama yang diberikan masyarakat adalah menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan, serta mempercepat pembangunan di seluruh sektor.

Dalam sistem pemerintahan yang demokratis, kritik merupakan bagian dari kontrol sosial. Oleh karena itu, suara masyarakat yang mempertanyakan arah prioritas pembangunan sepatutnya dipandang sebagai masukan yang perlu didengar, bukan sebagai bentuk penolakan terhadap prestasi olahraga.

Prestasi sepak bola adalah kebanggaan Malaka. Akan tetapi, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya diukur dari jumlah piala yang diraih, melainkan juga dari kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, masyarakat berharap pemerintah mampu menunjukkan bahwa pembangunan olahraga dapat berjalan beriringan dengan pembangunan sektor-sektor strategis lainnya. Dengan demikian, prestasi para atlet muda tetap mendapat dukungan, sementara hak-hak dasar masyarakat juga terus dipenuhi secara maksimal.

Karena pada akhirnya, seorang bupati dipilih oleh rakyat untuk memimpin dan membangun seluruh aspek kehidupan masyarakat. Prestasi olahraga adalah kebanggaan, tetapi kesejahteraan rakyat tetap harus menjadi tujuan utama pemerintahan.

“Masyarakat Malaka tidak pernah menolak kemajuan sepak bola. Yang mereka harapkan adalah keseimbangan. Ketika olahraga berkembang, sekolah juga harus dibangun. Ketika tim sepak bola mendapat perhatian, puskesmas juga harus diperkuat. Ketika stadion dipenuhi sorak kemenangan, jalan-jalan desa jangan tetap berlubang. Karena ukuran keberhasilan seorang kepala daerah bukan hanya lahirnya juara di lapangan hijau, tetapi juga hadirnya keadilan pembangunan yang dirasakan seluruh rakyat.”

Libas Malaka.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Malaka maupun pihak-pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang sesuai prinsip jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik.

Editor: Andry Bria
Redaksi: Libas Malaka.com — Suara Rakyat, Fakta & Integritas

About Post Author