29 Oktober 2026

Wabup Lumajang: Patriotisme Harus Berjalan Seiring Kepedulian terhadap Sesama

WhatsApp_Image_2026-10-28_at_14_01_53
Spread the love

LUMAJANG – Kemajuan bangsa tidak cukup ditopang oleh pembangunan fisik dan kecanggihan teknologi. Kualitas manusia, karakter, serta kepedulian terhadap sesama juga menjadi penentu masa depan Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Glagaharum, Kecamatan Senduro, Rabu (28/10/2026).

Dalam upacara bertema “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia” itu, Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Yudha membacakan amanat tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian pesan dalam amanat yang dibacakan Mas Yudha.

Pesan tersebut menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 1928 harus terus hidup dalam perilaku dan tindakan generasi penerus bangsa. Pemuda tidak cukup hanya memiliki cita-cita tinggi, tetapi perlu menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia melalui ilmu pengetahuan, karya, pengabdian, dan tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam amanat itu, patriotisme dimaknai sebagai pengabdian nyata kepada bangsa. Kegigihan tercermin dari kemampuan untuk bangkit menghadapi kesulitan dan kegagalan, sedangkan empati diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Mas Yudha juga menyampaikan pesan agar generasi muda berani mengambil peran dalam kepemimpinan tanpa melupakan semangat melayani. Kekuatan, keberanian, dan kemampuan perlu diimbangi kerendahan hati serta kepekaan terhadap kondisi di sekitar.

Nilai-nilai tersebut menjadi penting di tengah tantangan zaman yang terus berubah. Kemajuan tidak hanya dinilai dari pencapaian material, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan memastikan pembangunan tetap menjunjung nilai kemanusiaan.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat persatuan sekaligus mendorong generasi muda agar lebih berani berkarya dan peduli terhadap sesama.

Masa depan Indonesia, sebagaimana pesan dalam amanat tersebut, ditentukan pula oleh langkah nyata yang dilakukan bersama sejak sekarang. (Yud)

Sumber Diskominfo Kabupaten Lumajang

About Post Author