Wagub Johni Asadoma Dorong Percepatan Infrastruktur NTT ke Pusat: Usulkan Rp1,6 Triliun untuk Jalan dan Jembatan
JAKARTA.libasmalaka.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma kembali melakukan audiensi dengan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) RI Ayodhia G. L. Kalake di Jakarta, Senin (13/7/2026), guna menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas pembangunan.
Pertemuan ini menjadi langkah konkret menyusul berbagai koordinasi sebelumnya, dengan membawa aspirasi seluruh kabupaten dan kota di NTT terkait pembangunan jalan, jembatan, serta peningkatan konektivitas wilayah.
Infrastruktur Kunci Buka Keterisolasian dan Dorong Ekonomi
Dalam pemaparannya, Wagub Johni menegaskan bahwa infrastruktur adalah fondasi utama bagi NTT yang berwilayah kepulauan dengan topografi berat. Pembangunan ini bertujuan membuka keterisolasian, meningkatkan akses pelayanan dasar, memperkuat kawasan perbatasan, mendukung pariwisata, serta melancarkan distribusi hasil pertanian dan perikanan.
“Kami datang kembali membawa prioritas dari seluruh daerah di NTT. Mengingat kondisi geografis dan kemampuan fiskal daerah yang terbatas, dukungan Pemerintah Pusat sangat kami harapkan agar percepatan pembangunan segera terwujud,” ujarnya.
Seluruh usulan yang disampaikan telah melalui penyaringan ketat dan memenuhi kriteria kesiapan teknis (Readiness Criteria), sehingga siap untuk ditindaklanjuti.
Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak menambahkan, pembangunan di NTT memiliki nilai strategis nasional, terutama untuk mendukung kawasan perbatasan Indonesia–Timor-Leste, destinasi wisata nasional, serta ketahanan pangan di wilayah timur Indonesia. Namun tantangan masih besar, mulai dari kerusakan akibat bencana hingga keterbatasan anggaran daerah.
Enam Strategi dan Usulan Investasi Rp1,6 Triliun
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov NTT menyodorkan enam strategi percepatan yang dibagi dalam dua pilar utama:
– Pilar 1: Percepatan penanganan jalan provinsi, pembangunan jembatan strategis, dan rehabilitasi pascabencana.
– Pilar 2: Dukungan pembiayaan APBN, penyelesaian persoalan DAK jalan, serta percepatan alih status ruas jalan strategis menjadi jalan nasional.
Secara rinci, Pemprov NTT mengajukan:
– Penanganan 19 ruas jalan strategis sepanjang 348 km di 19 kabupaten dengan kebutuhan investasi Rp1,544 triliun.
– Pembangunan 7 jembatan strategis dengan anggaran sekitar Rp105,13 miliar.
Prioritas pembangunan difokuskan pada konektivitas kawasan perbatasan Timor, pemulihan infrastruktur di Flores dan Alor, serta akses menuju kawasan wisata dan sentra produksi di Sumba, Rote Ndao, hingga Sabu Raijua.
Pusat Siap Kawal dan Tindak Lanjuti
Merespons hal tersebut, Sekretaris Kemenko IPK Ayodhia G. L. Kalake memberikan apresiasi atas kesiapan dokumen dan kejelasan prioritas yang disusun Pemprov NTT. Ia menegaskan komitmen mengawal usulan tersebut melalui rapat teknis bersama Kementerian PUPR dan lembaga terkait.
“Meski ada kebijakan efisiensi anggaran, kami berupaya menjadi solusi agar pembangunan strategis di NTT tetap berjalan. Strategi yang ditawarkan NTT sudah sangat tepat dan sejalan dengan arah pembangunan nasional,” tegas Ayodhia.
Pemerintah Pusat juga memastikan akan terus memprioritaskan sejumlah proyek utama seperti Jalan Lintas Utara Flores, kawasan perbatasan Motaain, Program Inpres Jalan Daerah, irigasi ketahanan pangan, serta hunian tetap bagi korban bencana. Sebagai langkah percepatan, daerah diminta menyempurnakan dokumen teknis seperti DED, dokumen lingkungan, dan kelengkapan data.
Sinergi Kunci Kesejahteraan Merata
Menutup pertemuan, Wagub Johni menyambut baik dukungan pusat dan menyatakan optimisme usulan tersebut segera terealisasi.
“Pembangunan jalan dan jembatan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pintu akses ekonomi, percepatan penurunan kemiskinan, dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat NTT. Sinergi pusat dan daerah adalah kunci keberhasilan ini,” pungkasnya.
Sumber: Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Penulis: Mira Lenggoe
Editor: Edi. S
