Polda NTT: 6 Calon Taruna Akpol yang Disorot Penuhi Syarat Domisili, Bebas Intervensi!
KUPANG.libsmalaka.com – Menjawab berbagai pertanyaan dan dinamika yang berkembang di masyarakat serta media sosial, Polda Nusa Tenggara Timur secara resmi menegaskan keenam calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Pengiriman Daerah (Panda) TA 2026 yang menjadi sorotan publik telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi, termasuk ketentuan domisili sesuai aturan Kapolri.
Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. menyampaikan, seluruh proses telah diperiksa secara ketat bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta diawasi pihak independen.
“Kami buktikan dengan fakta data. Keenam peserta ini sah berdomisili sesuai syarat, tidak ada manipulasi maupun perpindahan mendadak. Seleksi berjalan murni dengan prinsip BETAH: Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis,” tegasnya Senin (6/7/2026).
Ini Fakta Riwayat Domisili Keenam Peserta:
1. Chelsea Maudina Ahmadi – Lahir dan menetap di Kupang sejak lahir, seluruh pendidikan ditempuh di NTT.
2. Dobrimeka Wibowo – Meski lahir di Dompu NTB, sudah tinggal di Kupang sejak balita dan bersekolah di sini hingga lulus SMA.
3. I Dewa Gede Yoga Krisnanda – Lahir dan tumbuh besar di Kelurahan Belo, Kupang, pendidikan lengkap di daerah ini.
4. Made Alvino Garvin Karang – Mengikuti ayah yang bertugas ke Polda NTT sejak 2021, masa domisili 2 tahun 5 bulan 30 hari (lebih dari syarat minimal 2 tahun).
5. Afandi Hidayat – Lahir di Kupang, sempat bersekolah sebentar di luar daerah, lalu kembali dan menyelesaikan pendidikan di sini.
6. Joel Ishak Hamonangan Silalahi – Anak mantan anggota Polri yang bertugas di NTT sejak 2015, masa domisili sah 3 tahun 8 hari.
Seleksi Diawasi Berlapis, Tanpa Perlakuan Khusus
Polda NTT menjamin tidak ada ruang bagi titipan atau intervensi. Pengawasan bahkan melibatkan pihak luar: Ikatan Dokter Indonesia, Dinas Pendidikan, akademisi, tokoh masyarakat, LSM, hingga awak media.
“Kelulusan murni berdasarkan nilai dan peringkat. Semua bersaing adil sesuai kemampuan masing-masing,” tambah Kombes Henry.
Pihaknya juga mengajak masyarakat bijak bermedia sosial: “Saring sebelum sharing”. Gunakan informasi dari kanal resmi dan sampaikan kritik secara konstruktif demi menjaga integritas Polri.
Polda NTT berkomitmen terus melahirkan calon pelindung masyarakat yang berintegritas dan siap mengabdi untuk NTT, bangsa, dan negara.
#NttPenuhKasih
Editor : Edi , S
