Momen Silahtuhrami Bawaslu ke Sekretariat DPD NasDem Malaka, Ketua FBN Puji Kinerja Bawaslu

IMG-20260226-WA0052
Spread the love

Momen Silahtuhrami Bawaslu ke Sekretariat DPD NasDem Malaka, Ketua FBN Puji Kinerja Bawaslu

LibasMalaka.com|Malaka- Badan pengawasan pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malaka, bertandang ke Sekretariat DPD Partai NasDem Kab. Malaka yang bertempat di Desa Umanen Lawalu, 25 Februari 2026.

Kunjungan ini bentuk silaturahmi bersama dengan Ketua Partai dan jajaran pengurus DPD demi menjalankan dan menjaga tali persaudaraan antar partai politik (parpol) dan pengawas pemilu.

Kehadiran anggota Bawaslu di sambut hangat oleh pengurus DPD NasDem Malaka.

Diketahui hadir dalam kunjungan itu yakni, Hilarius B. Suri, SH (Anggota Bawaslu), Adrianus P. Niron, S.Fil (anggota Bawaslu) Shalahiyyah Hayati, S.Ip (staf Bawaslu) A. Bagus Riberu, ST, (Staf Bawaslu). Kemudian jajaran DPD NasDem, Felix Bere Nahak (Ketua), Fredirikus Seran (Sekretaris), Maternus Luan (wakil ketua), Agustinus Atok (Wakil ketua), Agustinus Andreas Tahu (Wakil Ketua).

Disampaikan, Hilarius Bria Suri, kunjungan ini adalah perdana di tahun 2026. Dia menyebut sudah dijadwalkan akan keliling seluruh partai politik (parpol) yang ada di Malaka.

Namun dari NasDem bersedia atas informasi yang telah disampaikan hari ini Bawaslu lakukan kunjungan di sekretariat. Dan juga terimakasih banyak karena sudah luangkan waktu dalam diskusi maupun evaluasi ini.

Pada kesempatan yang baik itu, Hilarius menyampaikan maksud dan tujuan atas kunjungan ini, bahwa setiap parpol Bawaslu akan menyampaikan hal sama terkait dengan persiapan parpol menanti pemilihan umum (pemilu) di tahun 2029 yang akan datang.

Adapun tugas bersama ini dari parpol bisa membantu memberikan saran dan masukan atas kerja Bawaslu dalam mengawasi pemilu.

Tak hanya itu, parpol NasDem Malaka juga bisa memberikan pemahaman kepada setiap kader yang ingin maju politik praktis misalnya (Calon Legislatif) bisa lakukan pencegahan pelanggaran politik agar supaya pemilih pemula lebih mengetahui terkait dengan dasar-dasar pelanggaran yang akan terjadi.

“Inilah bentuk kolaborasi Bawaslu dan parpol. Kita juga akan terus memastikan demi mencegah para pemilih pemula yang sudah memiliki hak untuk menentukan hak pilih mereka kepada setiap calon yang ada,” kata dia.

Hilarius mengatakan, cegah sejak dini itu adalah bagian dari merawat demokrasi Indonesia ini lebih sehat. Tentunya parpol lebih mengetahui bagaimana mempersiapkan setiap calon kader yang ingin bergabung dan terlibat politik praktis pada momentum pemilu 2029 yang akan datang.

Dia juga menyinggung soal data nama pemilih yang berhak ikut coblos namun tidak mengetahui keberadaan orang yang punya hak pilih itu dimana, ketakutannya adalah terjadi potensi pencoblosan ganda.

Ini perlu disikapi sejak dini, untuk itu harus ada regulasi yang lebih kuat dalam pendataan untuk menjangkau para pemilih pemula bahkan partisipan yang ingin memberikan hak suara mereka.

“Ada nama pemilih yang tak dikenal dan tidak diketahui keberadaannya, setelah kita cek ada sekitar 610 peserta pemilih nama ada tapi orangnya tidak ada. Mungkin saja orang yang terdata ini sudah meninggal dunia atau memang pergi merantau dan sudah menetap di daerah lain. Ini juga butuh kolaborasi dan dukung bersama dari parpol,” ujar Hilarius.

Tidak terlepas dari pembahasan soal data pemilih ini, pihaknya juga sudah konsultasi dengan KPU Malaka, sehingga data-data pemilih pemula yang ada bisa disinkronkan dengan data dari Parpol, KPU dan pemerintah daerah dalam hal ini dinas Dukcapil.

Pada tempat yang sama, Anggota Bawaslu, Putra Niron, menambahkan pencegahan pelanggaran politik bagi pemilih pemula ini memang sangatlah penting. Sangat disayangkan juga bila hak pilih seseorang tidak ikut serta dalam memilih.

Dengan demikian, potensi-potensi seperti inilah yang bisa disampaikan agar supaya kedepannya para pemilih pemula ataupun partisan bisa punya kesadaran penuh untuk memberikan hak suara mereka.

Ketua Felix Bere Nahak, menyampaikan apresiasi karena Bawaslu Malaka hari ini juga sudah meluangkan waktu bersama-sama di sekretariat NasDem Malaka. Kunjungan ini adalah bentuk keterbukaan Bawaslu terhadap Parpol.

Memang benar, lembaga penyelenggara pemilu baik Bawaslu maupun KPU inilah yang menghasilkan calon-calon pemimpin terbaik untuk membangun Indonesia khususnya Malaka.

“Lembaga penyelenggara ini sangat terhormat. Karena pekerjaan ya adalah mengawal dan mengawasi pemilu ini hingga menghasilkan pemimpin-pemimpin hebat. Tanpa kedua lembaga ini pasti tidak akan terjadi yang namanya pemilu,” ucap FBN sapaan akrab yang dikenal ini.

“Kita senang Bawaslu Malaka hari ini lakukan kunjungan bagi semua parpol. Ini juga bagian dari keterbukaan terhadap kami di Partai NasDem. Kami juga berterimakasih Bawaslu bisa buka diri untuk menerima saran dan masukan dari kami partai NasDem,” terang FBN.

Dari DPD partai NasDem, mengingatkan juga bukan hanya soal melihat dari situasi politik yang ada, namun pastikan partisipasi pemilih itu harus dirumuskan betul, sehingga suara mereka tidak sia-sia begitu saja.

Karena melihat kasus yang sering terjadi hari ini bahkan ada begitu banyak pemilih yang pasif dalam pemilihan menentukan hak pilih mereka pada setiap calon dari partai tertentu.

FBN juga apresiasi Bawaslu Malaka bahwa proses pengawasan seperti pilkada tahun 2024 itu sangat bagus, “Pengawasan yang ketat dan antusias,” sebut FBN.

Sekretaris NasDem Malaka, Fredirikus Seran, menyambung pembahasan soal data pemilih, dia juga meminta agar supaya Bawaslu melihat betul sudah berapa jumlah pemilih pemula dan partisipan dalam data terbaru tahun ini. Harus ada kecocokan data yang rill.

Sehingga harapan NasDem Malaka jika jumlah pemilih itu sudah memenuhi syarat bisa diusulkan ke KPU agar bisa lakukan pembagian daerah pemilihan (dapil) ini juga bagian dari proses pengawasan Bawaslu dapat diakses dan dijangkau lebih mudah.

Misalnya di dapil 2 ada empat kecamatan bisa di bagi lagi. Dan itu sangat muda untuk diawasi, tinggal menambah lagi personil pengawas kecamatan dan desa. Karena melihat pemilih sudah bertambah tentunya bisa di konsultasi ke KPU agar supaya Kouta kursi DPRD bisa ditambah.

Sebelumnya dari 25 kursi, kedepan bisa ditambah 5 Kouta lagi untuk menjadi 30 kursi DPRD.

Dia juga menambahkan, karena melihat dari data pemilih juga angka kematian hari-hari ini yang dilihat tidak dihapuskan malah semakin bertambah. Ini juga tugas Bawaslu untuk mengawasi lebih teliti.

“Pada prinsipnya kita dari NasDem juga pasti akan membantu mengawal dan mengawasi terkait dengan data tersebut. Dan terimakasih Bawaslu Malaka sudah membagi waktu dalam diskusi bersama sore hari ini,” tutup Edy Seran.***AndreTahu