Closing Ceremony Program Bangun Karya BAT NTT: Dorong UMKM NTT Naik Kelas
0-3840x2174-1-0#
Kupang.Libasmalaka.com-Komitmen terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin diperkuat melalui penutupan resmi Program Bangun Karya BAT NTT, yang dilaksanakan dalam Closing Ceremony meriah di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Selasa (4/6).
Acara ini menjadi momen penting yang menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pemberdayaan UMKM yang digagas oleh BAT NTT, dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah.
Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas semangat dan pencapaian para pelaku UMKM yang telah mengikuti program ini. Ia menyebutkan bahwa Bangun Karya BAT NTT bukan sekadar pelatihan, melainkan langkah nyata menciptakan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di provinsi kepulauan ini.
> “UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita. Program ini menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi dan pendampingan yang tepat, produk lokal NTT bisa menembus pasar nasional bahkan global,” ujar Gubernur Laka Lena.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., yang memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan mutu produk UMKM, khususnya di sektor makanan, minuman, dan obat tradisional.
> “BPOM siap menjadi mitra strategis UMKM, agar produk mereka tidak hanya aman dan legal, tapi juga berdaya saing tinggi,” kata dr. Taruna dalam pidatonya yang mendapat sambutan hangat dari para peserta.
Sejumlah kepala daerah juga hadir memberi dukungan langsung, termasuk Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP, MA, Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Eduard Markus Lioe, serta Bupati Kabupaten Kupang Yosef Lede. Kehadiran para bupati ini menunjukkan komitmen lintas wilayah dalam memperkuat jaringan ekonomi lokal dan pengembangan UMKM.

Program Bangun Karya BAT NTT telah berjalan selama beberapa bulan terakhir dengan melibatkan ratusan pelaku usaha dari berbagai kabupaten/kota di NTT. Mereka mendapatkan pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, branding produk, hingga akses pemasaran digital.
Penutupan program ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada peserta terbaik dan showcase produk UMKM binaan yang berhasil menunjukkan kualitas unggulan dari NTT. Produk-produk seperti kopi, tenun ikat, rempah-rempah lokal, dan olahan pangan organik menjadi sorotan utama dalam pameran tersebut.
Transformasi Ekonomi NTT Dimulai dari UMKM

Program Bangun Karya BAT NTT dinilai sebagai terobosan penting yang mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, program ini berhasil mempertemukan pelaku usaha dengan regulator, akademisi, dan investor potensial.
Menutup acara, Gubernur Laka Lena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung UMKM sebagai pahlawan ekonomi lokal.
“Mari kita bangun NTT dari desa, dari UMKM, dan dari tangan-tangan kreatif masyarakat kita sendiri.”
Anand
