Bupati Malaka. Ciri Khas Sebuah Ibu Kota Kabupaten Sewajarnya Memilik Lampu Penerangan

Bupati Malaka. Ciri Khas Sebuah Ibu Kota Kabupaten Sewajarnya Memilik Lampu Penerangan

libasmalaka.com-Terhitung tanggal 23 Desember 2021 Tepat Pukul 19.00 Wita Kabupaten Malaka Habis Gelap Terbitlah Terang dengan Dilucingnya lampu  penerangan jalan umum (PJU) sebagai kado Natal 25 Desember 2021 dan tahun Baru 22

Loucing Perdana ini ditandai dengan penekanan sirene oleh Bupati  Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,MH dilanjutkan  dengan pesta kembang api yang merubah suasana Kota betun  menjadi  terang benderang

Bupati Simon dalam arahannya mengatakan,
kegiatan launcing PJU ini sangat positif dan ini merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya dilauncing penggunaan traffic light.

Menurut Bupati Simon, Ciri  khas sebuah ibu kota kabupaten sewajarnya memiliki lampu penerangan  jalan. Kota Betun sebagai pusat kabupaten dan pusat pemerintahan tentu sepatutnya menjadi skala prioritas, sebelum dipasang ke kecamatan terdekat.

“Betun ini menjadi pusat seluruh aktifitas baik kegiatan  birokrasi,  sosial, ekonomi. Dan kegiatan lainya  Kenapa sekarang  masih Malaka Tengah ??  karena ini pusat pemerintahan. Kita tidak terapkan  diskriminasi pelayanan,” tutur Bupati Simon

saat ini Kota Betun telah memasuki masa “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Apa yang dikerjakan ini merupakan realisasi dari janji program yang sudah disampaikan beberapa waktu lalu.

“Kami tidak cuma retorika tetapi ada realitas di lapangan. Lampu PJU ini dipasang harus ada manfaatnya  terutama  malam hari.   Ini juga  menghindari kriminalitas. Kita alokasi anggaran keluar tentu sudah dengan pertimbangan yang matang soal bagaimana  pemasukan buat PAD,” jelas Simon.

Bupati Simon berjanji  dalam waktu yang tidak terlalu lama semua jalan protokol akan diterangi PJU agar supaya geliat ekonomi bisa meningkat. Wargapun diharapkan taat membayar pajak penerangan jalan.

Lanjut Bupati Simon  dirinya Bersama Wabup tidak anti kritik kritik silahkan tapi yang positif dan bersifat membangun

“Bagi saya dengan Pak Wabup silahkan warga mau kritik asal yang positif tentu kami terima. Kami dua saat ini ibarat sedang terbangkan pesawat Malaka Jaya. Saat ini  lagi terbang dan belum mendarat karena  belum selesaikan apa yang sudah kami programkan. Setelah itu barulah kami landing,” ujar Bupati Simon dengan kata kata yang penuh arti.

Swbelunya Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Malaka, Aloysius Payong, S.H,MM dalam laporannya menyampaikan bahwa pemasangan lampu PJU merupakan bagian dari program prioritas daerah.

Inipun sekaligus sebagai bentuk  pemenuhan hak warga karena telah membayar pajak selama ini.

Kehadiran lampu PJU ini untuk mendukung aktifitas masyarakat pada  malam hari, mereduksi tingkat kerawanan sosial.

“Ini juga mendukung Kota Betun sebagai kota perbatasan yang  maju,  aman, indah dan berdaya saing,” ujar Aloysius.

“Jumlah lampu PJU yang terpasang sebanyak  215 titik. Dirincikan sebanyak 124 titik  menggunakan tiang baru dengan tinggi 7 meter. Sebanyak  90 titik menggunakan tiang PLN. Jenis lampu berkekuatan  60 watt dan jarak pemasangan antar lampu sepanjang 15 meter.

“Pemasangan lampu PJU menggunakan anggaran APBD-P tahun 2021 dengan total nilai  Rp 1,6 Miliar. Adapun  jangka waktu pekerjaan dari tanggal 22 Oktober sampai  21 Desember dengan masa pemeliharaan 180 hari,” tandas Aloysius.

Sebanyak  215 titik lampu di beberapa ruas jalan kini telah resmi menyala. Lampu PJU ini akan dinyalakan setiap hari mulai Pukul 18.00 Wita hingga Pukul 06.00 Wita.

Hadir pada kesempatan ini, selain Bupati Malaka juga  Wabup, Louise Lucky Taolin, Wakil Ketua I DPRD Malaka, Devi Hermin Ndolu, Deken Dekenat Malaka, Romo Raymundus Sako, PR dan pimpinan OPD.(Ananda Budiman)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: