Bunda PAUD Malaka Menyapa Korban Bencana  Seroja

Bunda PAUD Malaka Menyapa Korban Bencana  Seroja

libasmalaka.com- Bencana Seroja, 4 April lalu juga menerjang sebagian wilayah Kabupaten Malaka. Perhatian, peduli dan uluran tangan terus “mengalir” kian tiada hentinya hingga saat ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan berbagai pihak tetap peduli warga terdampak bencana. Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Malaka, Ny. drg. Maria Martina Nahak, M. Biomed menyapa dan menemui insan-insan korban bencana.

Kamis, 9 Desember, hari yang begitu cerah. Suasana hari nan cerah terus memacu semangat untuk menekuni setiap kesibukan. Bunda PAUD Malaka dan rombongan bergegas menuju Komunitas Biara Susteran YMY Seon di Desa Wemeda Kecamatan Malaka Timur dan tiba di sana, Kamis (9/12/21) sekitar pukul 09. 30 Wita.

Apa yang terjadi di sana? Suster Fransiska Rante, YMY sudah menunggu di pintu masuk Biara Susteran YMY, yang disebut juga Hati Kudus Yesus. Ny. Maria Martina bergegas turun dari mobil yang dikenderai dan dengan langkah pasti berjalan menuju pintu masuk biara.

Suasana begitu sepi, seolah-olah tidak ada orang yang menghuni rumah biarawati tersebut. Terlebih dahulu, Ny Maria Martina menyalami Suster Fransiska. “Selamat pagi, suster,” begitu Bunda PAUD Malaka memberi salam yang membuat suasana penuh senyuman dan akrab dan rasa senang ketika saling menyapa.

“Selamat pagi juga, Bu,” demikian Suster Fransiska membalas salam. Ternyata, salam dan senyuman mewakili kata hati. Jembatan dari hati ke hati untuk melayani tanpa pamrih. “Mari masuk, Bu dan rombongan,” lanjutnya lagi sesaat setelah mengenakan selendang pada Ny. Maria Martina, Kadis Sosial Kabupaten Malaka, Folgentius Bere Fahik, S. Pd, M. AP dan beberapa ibu pendamping.

Ny. Maria Martina mendatangi Biara Susteran YMY Seon untuk menyapa dan memberi bantuan kepada anak-anak PAUD dan beras bantuan bencana Seroja atas dukungan Dinas Sosial Kabupaten Malaka. Perhatian dan peduli korban bencana senantiasa dilakukan sebagai wujud kebersamaan dalam suka dan duka. “Suster, setiap kali datang, kami selalu diterima begini. Senang sekali berada di sini,” kata Ny. Maria Martina ketika dikalungi selendang dan mengakui merasa betah dalam kebersamaan dengan para suster.(red)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: