Sab. Sep 26th, 2020

Deken Malaka . Kehadiran Tambak Garam Perbaiki Kehidupan Masyarakat Malaka

 

Malaka.libasmalaka.com-Kehadiran Tambak Garam Perbaiki Kehidupan Masyarakat Malaka
Hal ini di sampaikan Oleh Deken Malaka Romo Edmundus Sako.Pr Ketika hadir langsung ke lokasi tambak Garam  bersama 16 orang pastor Iainya

Kedatangan pastor ini untuk melihat dan mengetahui dari dekat kegiatan tambak garam di Desa Weseben – Weoe – Kecamatan Wewiku-Kabupaten Malaka,  Provinsi Ntt Selasa (28/5-2019).

17 pastor dan tokoh masyarakat memastikan hak-hak masyarakat bila lahan mereka dijadikan tambak garam.

Kepada awak media Rm. Edmundus Sako mengatakan

“ saya melihat kehadiran tambak garam di Malaka
yang selama ini menjadi polemik di media sosial.

“ternyata dengan adanya Tambak Garam dapat memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat malaka

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dan PT IDK merupakan langkah konkrit untuk mensejahterakan rakyat dengan memanfaatkan potensi lahan dipesisir pantai Malaka.

Hal itu disampaikan Deken Malaka, Rm. Edmundus Sako, Pr usai meninjau lokasi tambak garam yang dikelola PT IDK di desa Weseben – Weoe – Kecamatan Wewiku-Kabupaten Malaka, Selasa (28/5-2019).

“Tadi kita sudah menggelar pertemuan dengan pemilik lahan, para pekerja, tokoh masyarakat dan PT IDK ternyata hasilnya sangat bagus karena kehadiran PT IDK sangat membantu rakyat”

“Banyak hal positif yang kita lihat dalam pertemuan hari ini sehingga kami para pastor sangat yakin bahwa investasi garam industri di Kabupaten Malaka merupakan sebuah upaya dan usaha yang baik untuk mensejahterakan masyarakat”

“Tadi kami para pastor melihat dari dekat bahwa dalam investasi garam di desa Weseben dan desa Weoe tidak ada pengrusakan mangrov seperti yang dilansir media massa”

“Justru yang terjadi pihak perusahaan menanam lagi mangrov pada lokasi yang ada untuk mencegah longsor dan abrasi pantai”

” Setelah melakukan peninjauan di lapangan dan melakukan dialog langsung dengan semua stake holder, para pastor deken Malaka menyatakan
sikap sangat mendukung untuk melanjutkan pembangunan tambak garam bagi masyarakat”.

“Sebagai deken saya sangat mendukung pemerintah dan berbagai stake holder bekerja sama untuk mensejahterakan masyarakat di kabupaten Malaka melalui usaha tambak garam”

“Kita himbau kepada umat se dekenat Malaka supaya tetap bekerja sama mendukung program pemerintah untuk percepatan kemakmuran rakyat”

“Dari kunjungan hari ini kita bisa lihat bahwa kebijakan pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten untuk optimalkan potensi daerah yang selama bertahun tahun di telantarkan merupakan langkah yang bijaksana dan positif untuk kemakmuran rakyat Malaka”

“Terima kasih kepada bapak Jokowi, bapak Viktor dan bapak Bupati SBS yang memiliki kepedulian besar membangun daerah ini dengan mengoptimalkan potensi pesisir pantai Malaka untuk percepatan kemakmuran rakyat”

” Tidak ada pohon mangrove yang dirusak karena jauh dari pantai. Justru yang dibabat itu pohon duri dan gewang serta pohon lain yang bukan mangrov sehingga jangan sesatkan rakyat dengan membangun opini yang merugikan rakyat Malaka kata Romo Deken.

dialog terbuka yang dihadiri Pastor Se wilayah Malaka, masyarakat petani pemilik lahan, manajemen PT Inti Daya dan Pemkab Malaka Kadis PKPO Kabupaten Malaka Petrus Bria Seran. Sebagai fasilitator, Petrus memberi kesempatan pertama kepada Manajer PT Inti Daya Karya atau IDK Natalia Seuk Seran untuk menjelaskan tentang kegiatan tambak garam, kondisi lahan, kepemilikan lahan, ketenagakerjaan baik mengenai upah, jam kerja dan legalitas perusahaan.
Menurut Natalia, lahan tambak adalah milik masyarakat petani garam Desa Weseben dan Weoe Kecamatan Wewiku.

Di lokasi ini, Natalia menjelaskan , lahan yang sudah digarap-bersihkan seluas 100 hektar lebih dari 300 hektar yang dibutuhkan.
Tenaga kerja yang ada saat ini sebanyak 100 orang yang digaji setiap bulan Rp1.890.000,00. Sedangkan Natalia selaku manajer digaji Rp5 juta lebih.
Dia menjelaskan, PT IDK pertama kali beroperasi di lokasi tambak garam Weseben-Weoe pada 2015. Untuk kondisi saat ini, alat berat berupa eksavator yang dioperasikan di lokasi ini sebanyak 32 unit.
“Operatornya kebanyakan orang lokal. Sedangkan dari luar hanya tiga orang”, kata Natalia.

Untuk operator, besaran gajinya tidak diketahui PT IDK. Sebab, PT IDK tidak sendirian. Tetapi, bekerjasama dengan perusahaan lain sebagai pihak ketiga.
“PT IDK tidak tahu gaji operator karena dibayar pihak ketiga,” kata Natalia.

Saat menjawab pertanyaan Pastor Paroki Seon Romo Alo Kosat, Pr soal dasar hukum upah pekerja, Natalia menjelaskan, semuanya akan dimuat dalam Perjanjian Kerjasama (PKS).
Pertanyaan lain diajukan Pastor Paroki Besikama Romo Pius Nahak, Pr, Pastor Paroki Kleseleon Romo Leonardus Nahas, Pr, Pastor Paroki Kotafoun Romo Baltasar Seran, Pr dan Romo Ronny Moensaku, Pr dari Paroki Alas.
Pastor lain yang hadir adalah Romo Melki Meak, Pr, Romo Yanto Nahak, Pr, Romo Yoseph Meak, Pr, Romo Marsel Nai Key, Pr, Pater Andreas Hane, SVD, Pater Johanes Napan, SVD, dan lainnya.
Hadir pula Pemangku Adat Liurai Malaka Dominikus Kloit, Loro Haitimuk dan Loro Wewiku.(ananda)

error: Ketahuan lo Mau Copi Paste Yaa
%d blogger menyukai ini: