Sen. Sep 21st, 2020

Diduga Ada Muatan Politis Dibalik Berita Hoaks Kasus Pengeroyokan Di Loodik

Betun, libasmalaka.com —- Beberapa Pimpinan Partai Politik di Kabupaten Malaka menduga ada muatan politis di balik berita hoaks pengeroyokan terhadap warga Kobalima di Pantai Loodik, Kecamatan Kobalima beberapa hari belakangan ini.

Demokrat Malaka Himbau Warga Malaka Tidak Terpengaruh

Sekretaris Partai Demokrat Kabupaten Malaka, Paulun Tolan kepada media ini di Besikama, Sabtu (13/4/19) menegaskan, pemberitaan media beberapa hari belakangan ini bahwa anak Bupati dan pejabat di Malaka mengeroyok warga adalah berita hoaks yang diseting untuk kepentingan Politik oknum dan kelompok tertentu.

Paulus menduga kehadiran Rondy Mallo di lokasi acara pelantikan pejabat dan penyerahan SK CPNSD adalah setingan oknum tidak bertanggung jawab untuk menggoncang pemerintahan yang syah.

“Dugaan kita, ada oknum tertentu yang mengatur supaya Rondy datang ke lokasi dan membuat keonaran untuk memancing keributan sehingga mencoreng nama baik pemerintahan SBS dan DA almarhum”

Hal senada ditandaskan Sekretaris Partai Nasdem Kabupaten Malaka, yang juga anggota DPRD Kabupaten Malaka, Primus Tae Bria.

Menurut Primus, berita yang beredar bahwa Anak Bupati Malaka dan pejabat mengeroyok Rondy sama sekali tidak benar dan bisa dikategorikan sebagai pemfitnahan dan pencemaran nama baik.

“Saya juga berada di tenda tetapi sama sekali tidak melihat anak bupati dan pejabat pukul orang”, ujar Primus.

Menurut Primus, ada oknum yang barmain di belakang kasus itu untuk mengacaukan situasi batin warga menjelang pemilu 2019.

“Dugaan kita, ada oknum intelektual dan tokoh politik tertentu yang sengaja mau mengambil keuntungan dari kasus ini. Sengaja membesar-besarkan supaya publik menilai negatif kinerja pemerintahan Kabupaten Malaka yang syah”, tegas Primus.

Secara terpisah, Kasatpol PP Kabupaten Malaka, Daniel Bria yang ditanya terkait anggota satuannya disebut dalam pemberitaan mengatakan, tidak benar anggotanya mengeroyok warga.

 

Menurut Kasat, dirinya telah meminta penjelasan dari anggota yang bertugas ketika itu. Anggota Satpol PP, tambah Kasat, hanya menjalankan tugas, yakni mengamankan acara pemerintahan ketika itu, yakni pelantikan pejabat struktural dan fungsional serta penyerahan SK 80% untuk CPNS.

“Anggota saya hanya menjalankan tugas. Karena ada oknum yang datang ke acara dan bikin ribut, anggota amankan dia. Itu memang tugas kami sebagai Pol PP”, tandas Daniel.

Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran, kepada awak media di Haitimuk, Sabtu (13/4/19) menegaskan, Saat ini diduga ada kelompok tertentu yang sedang bergerilya di tengah masyarakat, yang berusaha mengganggu aktivitas pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Malaka.

Karena itu, menurut Bupati, warga yang datang ke Loodik dan membuat keributan tersebut adalah suruhan oknum tertentu yang mencoba mengacaukan suasana.

Untuk itu, Bupati menghimbau agar aparat keamanan sebagai alat negara, ASN , tokoh Masyarakat,  tokoh Agama dan seluruh lapisan masyarakat Malaka supaya tidak terprovokasi dan tetap jalankan tugas dan tanggung jawab sebagaimana mestinya.

“Pihak keamanan, tolong perhatikan itu. Ada oknum-oknum tertentu yang saat ini sedang mencari sensasi murahan, coba mengadu domba warga dan mencari keuntungab politis dari berita hoaks tersebut”, ujar Bupati.

Bupati mengaku heran, karena banyak oknum intelektual yang menjadikan berita hoaks tersebut sebagai referensi. *(Edi-A.Bud)

%d blogger menyukai ini: