29 Oktober 2026

Merawat Warisan Ulama, Santri Lumajang Diajak Terus Berkontribusi bagi Negeri

P1729881_rem
Spread the love

LUMAJANG – Menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus memperkuat persatuan bangsa menjadi pesan penting dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Lumajang. Santri diharapkan tidak hanya menjaga warisan nilai keagamaan, tetapi juga membekali diri dengan ilmu pengetahuan, akhlak, dan semangat pengabdian untuk berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat mengikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional bersama Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Kamis (22/10/2026).

Apel yang mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” tersebut dipimpin Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang, KH. Muhammad Darwis atau Gus Darwis.

Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut mengajak para santri memperkuat persatuan dan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa melalui ilmu pengetahuan, ketangguhan, serta akhlakul karimah.

“Santri adalah pilar negara dan kekuatan bangsa. Harapan kita, para santri tumbuh menjadi generasi Qurani yang tangguh, unggul, hebat, dan berakhlakul karimah. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan bersatu padu membangun bangsa dan Negara Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurut Bunda Indah, santri memiliki peran dalam menyiapkan masa depan bangsa. Karena itu, penguatan pendidikan pesantren dan pengembangan potensi santri menjadi bagian penting agar generasi muda mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjutnya, terus berupaya membangun sinergi dengan pondok pesantren untuk mendukung pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

“Pemerintah daerah terus bersinergi dengan seluruh pondok pesantren untuk mendidik dan membentuk generasi muda kita menjadi anak-anak yang hebat, sebagaimana harapan para kiai. Mudah-mudahan pondok pesantren semakin maju dan berkembang, menjadi tempat bagi para santri untuk belajar serta mengembangkan potensi diri,” tambahnya.

Bunda Indah juga berharap para santri tetap menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama, memperkuat kebersamaan, dan mengambil peran nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia turut mengajak masyarakat mendoakan para pemimpin bangsa agar diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah.

Sementara itu, pimpinan apel, Gus Darwis, mengingatkan bahwa tema Hari Santri Nasional tahun ini mengandung pesan tentang pentingnya merawat tradisi keilmuan dan meneruskan nilai-nilai pesantren yang diwariskan para guru serta kiai.

Menurutnya, menguatkan akar tradisi berarti menjaga ajaran dan melanjutkan perjuangan para ulama terdahulu. Sementara itu, menjaga keutuhan negeri menuntut keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk santri, dalam memelihara persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi negara.

Ia juga menekankan bahwa perjuangan para ulama perlu diteruskan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk kembali menegaskan peran pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.

Dengan menjaga tradisi keilmuan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan, santri diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan Indonesia.

(Yud)

About Post Author