18 September 2026

“Belambangan Bisa!”, A. Rahmad Gaspol Bangun Desa

InCollage_20260918_101005661~2
Spread the love

libasmalaka.com, Lamsel — Bukan sekadar slogan! “Belambangan Bisa!” ditegaskan Kepala Desa Belambangan (Kades) Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), A. Rahmad, S.IP, sebagai spirit untuk menggerakkan pemerintahan dan masyarakat dalam membangun desa.

Hal itu disampaikan Rahmad saat Musrenbangdes Tahun 2027 di aula desa setempat, dihadiri Toharudin, SE. Kasi Ekobang Kecamatan Penengahan bersama para Upt Se-Kecamatan Penenangahan, BPD, PKK, LPM, BUMDES,dan tokoh masyarakat, Jum’at (18/9/2026).

Rahmad menegaskan, setiap pekerjaan harus diawali dengan niat tulus, integritas, dan doa agar seluruh program yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

«“Bismillah selalu mengingatkan kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini sejalan dengan visi kita: Belambangan Bisa!” tegas Rahmad.»

Menurutnya, kata BISA memiliki makna yang menjadi fondasi budaya kerja Pemerintah Desa Belambangan.

B berarti Berkolaborasi, yakni membangun kerja sama di semua lini.

I berarti Inisiatif, mendorong aparatur dan masyarakat melahirkan inovasi serta gagasan baru.

S berarti Sehat, menjadikan kesehatan lahir dan batin sebagai pondasi organisasi yang kuat.

Sementara A berarti Adaptif, yakni mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus merespons dinamika dan kebutuhan masyarakat.

Rahmad berharap tagline tersebut tidak berhenti sebagai jargon, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata.

Ia menilai pembangunan desa membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lintas sektoral menjadi kunci agar visi “Belambangan Bismillah Bisa!” dapat diwujudkan.

“Kita berharap Pemerintah Desa bisa bekerja sama lintas sektoral, sehingga visi dan misi Belambangan Bismillah Bisa dapat terwujud,” ujarnya.

Tak hanya bicara pembangunan, Rahmad juga menyerukan perubahan pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia mengajak seluruh aparatur desa dan masyarakat meneladani budaya bersih ala negara maju, dengan menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan dan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas pemerintah.

“Desa maju bukan hanya soal pembangunan fisik. Kesadaran masyarakat, budaya kerja, kebersihan, dan kemampuan beradaptasi juga menjadi bagian penting dari kemajuan desa,” demikian semangat yang ditegaskan Rahmad. (Saf)

About Post Author