Pemkab Lumajang Dorong MBG Lebih Bergizi, Berkualitas, dan Tepat Kebutuhan
LUMAJANG – Kualitas makanan, pemenuhan kebutuhan gizi, dan pelayanan kepada penerima manfaat menjadi perhatian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lumajang. Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus meningkatkan kualitas layanan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam Rapat Koordinasi Pemantauan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bersama mitra dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) atau kepala SPPG se-Kabupaten Lumajang. Kegiatan berlangsung di Ruang Nararya Kirana, Kantor Bupati Lumajang, Selasa (3/11/2026).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu menyampaikan bahwa MBG merupakan program strategis nasional yang membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pihak. Karena itu, setiap SPPG diharapkan menjaga konsistensi pelayanan, terutama dalam menyediakan makanan yang lezat, bergizi, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
“Program MBG ini merupakan program strategis nasional. Saya berharap seluruh SPPI yang hadir dapat terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada para penerima manfaat, sehingga makanan yang disajikan tidak hanya lezat, tetapi juga bergizi dan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Bunda Indah.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang harmonis antara seluruh pihak menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program. Dengan kerja sama yang baik, kualitas menu dan pelayanan diharapkan terus meningkat sehingga kebutuhan gizi penerima manfaat dapat terpenuhi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, selaku Ketua Satgas MBG, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melaksanakan inspeksi dan penilaian terhadap SPPG secara serentak.
Inspeksi tersebut menjadi bagian dari pemantauan dan evaluasi untuk melihat pelaksanaan pelayanan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki. Penilaian mencakup kualitas menu, pelayanan kepada penerima manfaat, hingga efektivitas penyajian makanan.
Evaluasi juga diarahkan untuk meminimalkan sisa makanan atau food waste. Dengan demikian, makanan yang disediakan diharapkan semakin sesuai dengan kebutuhan dan dapat dikonsumsi secara optimal oleh penerima manfaat.
Melalui koordinasi dan evaluasi berkelanjutan, Pemkab Lumajang berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin berkualitas. Peningkatan mutu pelayanan dan pemenuhan gizi menjadi bagian penting agar program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Yud)
