19 September 2026

SMAK Frateran Surabaya Borong Juara 1, 2 dan Harapan 1 D-Crown Digital Business Competition Tingkat Nasional

IMG-20260919-WA0004
Spread the love

SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswi SMA Katolik Frateran Surabaya. Kali ini, tiga tim perwakilan sekolah berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang D-Crown Digital Business Competition and Accounting Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Dharma Cendika (UKDC) Surabaya.

Dalam kompetisi yang mempertemukan pelajar tingkat SMA dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, SMA Katolik Frateran Surabaya berhasil memborong tiga posisi sekaligus.
Masing-masing meraih Juara 1, Juara 2, dan Juara Harapan 1 atau Juara 4.
Pencapaian tersebut menjadi catatan tersendiri bagi SMA Katolik Frateran Surabaya karena tiga tim yang dikirimkan sekolah mampu menembus jajaran finalis dan bersaing dalam kompetisi tingkat nasional.

Rangkaian kompetisi dimulai dengan babak pertama dan kedua yang dilaksanakan secara daring pada Kamis, 17 September 2026. Setelah melalui tahapan seleksi dan penilaian, sebanyak tujuh tim terbaik berhak melaju ke babak final yang digelar pada Jumat, 18 September 2026.
Menariknya, tiga tim yang menjadi wakil SMA Katolik Frateran Surabaya berhasil masuk dalam tujuh besar finalis. Tidak hanya lolos ke final, ketiganya bahkan mampu menempati posisi tiga besar hasil akhir kompetisi.
Tim yang berhasil meraih Juara 1 terdiri atas Alfonsius Natanael Rusli (XII-A/02), Nicholas Shane Kurniawan (XII-A/23), dan Jonathan Felix (XII-C/16).

Sementara itu, posisi Juara 2 diraih oleh Steven Kent Widjaja (XII-A/24), Jason Jonathan Effendy (XII-A/15), dan Kevin Budisantoso (XII-D/19).
Adapun gelar Juara Harapan 1 atau Juara 4 berhasil diraih oleh Albertus Adiputra Ibransjah (XII-E/01), Clara Abigale Soesanto (XII-A/08), dan Valencio Minervo Kurniawan Chandra (XII-C/27).

Pada babak final, para peserta dihadapkan pada tantangan yang tidak hanya menguji kemampuan teoritis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan menyusun solusi terhadap persoalan yang diberikan.

Peserta ditantang memecahkan studi kasus yang berkaitan dengan bisnis dan akuntansi. Setelah menyelesaikan studi kasus, setiap tim kemudian harus mempresentasikan hasil analisisnya di hadapan dewan juri.

Tahapan tersebut menuntut para peserta mampu menguasai materi, melakukan analisis secara tepat, menyusun strategi penyelesaian masalah, sekaligus menyampaikan gagasan secara sistematis dan meyakinkan.

Kemampuan tersebut berhasil ditunjukkan oleh tiga tim SMA Katolik Frateran Surabaya. Penampilan serta kedalaman analisis yang disampaikan mendapatkan apresiasi dari dewan juri.

Keberhasilan tersebut juga tidak datang secara instan.
Sebelum mengikuti kompetisi, para siswa telah menjalani proses persiapan dan latihan secara intensif. Selain memperdalam materi, latihan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan presentasi sehingga siswa mampu menyampaikan hasil pemikirannya secara efektif ketika berhadapan dengan dewan juri.
Guru pembimbing, Christina Kustindarti, S.Pd., M.M., CFP., menjelaskan bahwa proses pendampingan kepada para siswa tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori.

Menurutnya, siswa perlu mendapatkan pemahaman yang komprehensif dengan menggabungkan pembelajaran konseptual dan pengalaman praktik.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus mampu mengaplikasikannya dalam situasi nyata.
“Dalam sesi pembelajaran dan bimbingan, para siswa tidak hanya diperkenalkan pada teori investasi saja, tetapi juga diajak untuk memvisualisasikannya melalui praktik secara langsung,” ujarnya.

Pendekatan pembelajaran melalui praktik tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi. Dengan praktik dan simulasi, para siswa dapat terbiasa menghadapi persoalan yang membutuhkan kemampuan analisis, pengambilan keputusan, serta penyampaian solusi.

Sementara itu, Kepala SMA Katolik Frateran Surabaya, Fr. Wilhelmus Satel Sura, B.H.K., S.Pd., M.M., menyampaikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan yang memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran teori di kelas.
Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut siswa tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga pengalaman dalam menerapkan pengetahuan tersebut secara langsung.

“Anak-anak harus selalu didorong dan difasilitasi dalam hal praktik digital, tidak hanya berhenti pada pemahaman teori saja. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa memiliki pengalaman nyata di bidang tertentu yang sangat berguna bagi masa depan serta jenjang perkuliahan mereka kelak,” ungkap Fr. Wilhelmus.

Ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional juga menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter dan keterampilan siswa. Selain kemampuan akademik, siswa dilatih untuk bekerja sama dalam tim, mengelola tekanan kompetisi, menyampaikan ide, serta mempertanggungjawabkan hasil analisis yang telah dibuat.

Prestasi dalam D-Crown Digital Business Competition and Accounting Tingkat Nasional tersebut sekaligus menunjukkan konsistensi siswa SMA Katolik Frateran Surabaya dalam mengikuti berbagai ajang kompetisi akademik dan pengembangan keterampilan.
Tiga gelar yang berhasil dibawa pulang menjadi hasil dari kerja sama antara siswa, guru pembimbing, sekolah, serta proses persiapan yang dilakukan secara serius.

Bagi para siswa, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam mengenal lebih jauh dunia bisnis, akuntansi, analisis kasus, dan presentasi profesional.

Dengan keberhasilan tersebut, SMA Katolik Frateran Surabaya kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan potensi akademik maupun keterampilan praktis. Pengalaman berkompetisi di tingkat nasional diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis. (yud)

About Post Author