Perkuat Konsolidasi, DPD LPRI NTT Dialog Strategis dengan DPC Belu di Wilayah Perbatasan

Screenshot_20260516-200128
Spread the love

ATAMBUA–Langkah nyata mendekatkan organisasi ke akar rumput terus dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal ini dilakukan langsung oleh Ketua DPD LPRI NTT, Rezky Yunike Agustin Frans, melalui kunjungan kerja dan dialog strategis ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LPRI Kabupaten Belu. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD LPRI Propinsi NTT itu berlangsung, di Aula Hotel Matahari, Atambua, Sabtu, 16 Mei 2026.

Kedatangan Rezky didampingi jajaran pimpinan DPD, di antaranya Sekretaris Umum Malary Aryesto Riwu Rohi, Bendahara Jen Lena Nguru, Kepala Divisi Litbang Pendidikan Paulus Edi, Yandri Pello, Bang Tumanggor, serta sejumlah anggota DPD lainnya. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ketua DPC LPRI Belu, Dhoru Vicente, didampingi Wakil Ketua Ady Dasi, Bendahara Margaretha Soi, Ketua Bidang Kehutanan, Pertanian, Peternakan dan Lingkungan Hidup Godefridus Yohanes Kefi, dan seluruh pengurus setempat.

Pertemuan ini menjadi momen penting untuk menyatukan visi dan misi, sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi di wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Fokus utama diskusi tertuju pada pelaksanaan fungsi pengawasan, pemantauan jalannya reformasi birokrasi, serta cara terbaik menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Belu.

Dalam arahannya, Rezky Yunike Agustin Frans menegaskan bahwa keberadaan LPRI tidak boleh hanya menjadi simbol semata. “Kita harus hadir nyata di tengah masyarakat, mengawal setiap kebijakan publik, dan memastikan pembangunan yang berjalan transparan, akuntabel, serta benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Apalagi Belu adalah wilayah strategis perbatasan, peran kita menjadi semakin penting untuk menjaga kesejahteraan warga di sini,” tegas Rezky.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar selalu bekerja secara profesional, berpegang teguh pada aturan hukum, serta menjaga integritas organisasi sebagai modal utama mendapatkan kepercayaan publik.

 

Sementara itu, Ketua DPC LPRI Belu, Dhoru Vicente, menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian DPD NTT. Ia bersama jajarannya memaparkan berbagai kendala teknis di lapangan, potensi masalah yang berkembang, serta harapan agar sinergitas dan dukungan dari tingkat provinsi semakin erat, terutama dalam menjalankan tugas pengawasan dan advokasi kebijakan di daerah.

 

Dialog berlangsung dalam suasana terbuka dan kekeluargaan, berbuah kesepakatan kerja sama yang lebih kokoh dan terarah ke depan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen LPRI NTT untuk merapatkan barisan hingga ke daerah terdepan, agar manfaat organisasi benar-benar terasa dalam memajukan Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Belu.***