Menhan RI, Sjafrie Sjmsoeddin : UNTAS Terus Melangkah Maju, Membangun Bangsa Setia Kepada Merah Putih dan Mencintai NKRI
KUPANG, LIBAS MALAKA – Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa Untas sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang mewadahi secara resmi warga Indonesia asal Timor Timur diakui eksistensinya oleh negara.
Dalam momentum tersebut, Ia juga kembali _flashback_ mengenang kembali pengalaman militernya bersama para pejuang di Timor Timur hingga referendum kemerdekaan negara tersebut di tahun 1999.
“Saya berdiri di sini, selain sebagai Menhan, namun saya juga berbicara sebagai teman seperjuangan bersama bapak ibu semua. Ikatan emosional dan sejarah sehingga saya dan kita semua bisa hadir di sini. Pertemuan ini penuh kehangatan dan kenangan serta pelajaran berharga kita sebagai saudara,” ucap Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.
Menhan Sjafrie turut menekankan pentingnya peran, dedikasi dan kontribusi generasi muda, secara khusus putra-putri asal Timor Timur yang memilih Indonesia untuk dapat mengenyam pendidikan di Universitas Pertahanan (Unhan) Belu. Ia menyampaikan komitmennya terkait peluang putra-putri pejuang Timor Timur agar bisa menempuh pendidikan di Unhan melalui jalur beasiswa sehingga kelak bisa berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
“Unhan ada berkat Bapak Presiden Prabowo yang pada pemerintahan sebelumnya menjabat sebagai Menhan. Dan keberadaan saya saat ini untuk melanjutkan salah satu perjuangan beliau yakni agar putra putri dan cucu – cucu bapak dan ibu semua bisa masuk dan sekolah di Unhan. Yang penting kita persiapkan generasi muda kita supaya disiplin, rajin belajar dan militan terhadap NKRI,” terang Menhan Sjafrie.
Menhan Sjafrie juga ingin agar keluarga besar Untas untuk menatap masa depan, tanpa harus dibayang bayangi masa lalu. “Kita tidak perlu terus melihat ke belakang. Yang terpenting Untas terus melangkah maju, menatap ke depan, berkarya, berkontribusi membangun bangsa, setia kepada merah putih dan mencintai NKRI,” terangnya.
“Melalui Untas, kita harus berjuang bersama-sama. Negara kita kaya potensi, dan harus kita kelola dengan baik, terukur agar hasilnya kembali kepada kesejahteraan rakyat kita. Dan generasi muda Untas harus buktikan dengan berkontribusi bagi negara dan sejarah pembangunan Indonesia. Jaga selalu perdamaian, saya yakin kehadiran Untas bisa memperkuat kita punya benteng Pancasila dan UUD 1945. Semoga hubungan emosional dapat terus kita jaga demi NKRI, untuk Indonesia Maju.” Pungkas Menhan RI.
Sebelumnya, Ketua Untas, Fernando Osorio Soares dalam sambutannya menyatakan sikap tegas Untas dan menegaskan keberadaan Untas untuk setia terhadap NKRI. Untas dijelaskan Nando lahir dari sikap warga Indonesia asal Timor Timur yang pada saat masa masa referendum memilih untuk tetap loyal terhadap Indonesia dan tinggal di pangkuan ‘Ibu Pertiwi’.
“Untas sejak awal berdiri, berkomitmen dan secara tegas menyatakan kesetiannya terhadap negara Indonesia. Kami juga ingin berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan daerah ini,” ucap Nando.
Nando Soares juga mengungkapkan terima kasihnya kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT yang sejak 1999 terbuka untuk menerima saudara-saudari asal Timor Timur untuk hidup membaur bersama.
“Dari awal kedatangan, kami diterima dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Kini NTT telah jadi rumah untuk kami. Di sini kami hidup, bertumbuh dan juga terus mengabdi bagi bangsa Indonesia.” jelas Nando.( DM)
