SMAN Kesamben Wujudkan Program SIKAP 2026, Tanam Harapan untuk Ketahanan Pangan Daerah dan Nasional
JOMBANG – Komitmen dunia pendidikan dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan oleh SMA Negeri Kesamben, Kabupaten Jombang. Melalui Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) Tahun 2026, SMAN Kesamben melaksanakan kegiatan kerja bakti penanaman aneka tanaman pangan sebagai wujud kontribusi nyata sekolah terhadap isu strategis ketahanan pangan daerah dan nasional.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah tersebut berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong.
Tampak seluruh warga sekolah turun langsung ke lahan tanam, mulai dari kepala sekolah, para guru, staf tata usaha, komite sekolah, hingga siswa-siswi SMAN Kesamben. Kebersamaan lintas unsur ini menjadi cerminan kuatnya kolaborasi dalam membangun kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan sejak dari satuan pendidikan.
Sebanyak 10 jenis tanaman pangan ditanam dalam kegiatan ini, antara lain cabai rawit, cabai merah, tomat, terong ungu, brokoli putih, selada, pokcoy, sawi, bawang pre/kubis, dan seledri. Pemilihan jenis tanaman tersebut tidak hanya mempertimbangkan aspek kemudahan budidaya, tetapi juga nilai manfaatnya bagi kebutuhan konsumsi sehari-hari serta potensi edukatif bagi peserta didik.
Melalui program ini, SMAN Kesamben tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam nilai. Nilai kepedulian terhadap lingkungan, nilai kerja sama, kemandirian, serta kesadaran bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah hadir bukan hanya sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat.
Kegiatan penanaman ini juga menjadi media pembelajaran kontekstual bagi siswa-siswi. Mereka tidak sekadar belajar teori di ruang kelas, tetapi turut merasakan langsung proses pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman. Hal ini sejalan dengan semangat Program SIKAP yang mendorong lahirnya sekolah-sekolah inovatif, adaptif, dan solutif terhadap persoalan sosial.
Pihak sekolah berharap, melalui kegiatan ini, hasil tanaman nantinya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik untuk kebutuhan internal sekolah maupun sebagai sarana pembelajaran lanjutan terkait pertanian, biologi, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menginspirasi sekolah lain untuk turut ambil bagian dalam gerakan ketahanan pangan dari tingkat pendidikan.
Dengan semangat kebersamaan dan niat yang tulus, SMAN Kesamben menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan, termasuk dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Langkah kecil yang dilakukan hari ini diyakini akan memberi dampak besar bagi masa depan.
“Semoga ikhtiar ini menjadi amal kebaikan, memberi manfaat luas, serta mendapat ridho Allah SWT”.Pungkasnya.
( MBS )
