Pernyataan Arogan Sekcam Picu Kemarahan Warga: “Tanah Pemkot Bukan Tanah Tanpa Nurani!”

IMG-20251128-WA0003
Spread the love
Poto : Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Simo Mulyo

Surabaya – Kemarahan warga dan pedagang Pasar Simo Mulyo memuncak setelah komentar Sekretaris Kecamatan Suko Manunggal, Junita, yang dinilai sangat meremehkan keberatan masyarakat terkait penempatan TPS di sisi timur pasar.

Pernyataan Junita, “Itu kan tanah pemkot, mau dibangun apa saja nggak masalah,” langsung menyulut gelombang protes. Warga menilai ucapan tersebut bukan sekadar keliru, tetapi mencerminkan sikap arogan yang abai terhadap dampak sosial dan lingkungan.

“Ucapan seperti itu menyakitkan. Tanah pemkot bukan berarti tanah tanpa nurani. Lahan publik itu harus mengutamakan kepentingan publik, bukan meletakkan fasilitas yang jelas-jelas merugikan masyarakat,” tegas seorang pedagang yang sejak awal menolak keberadaan TPS.

Warga menilai pemerintah daerah seakan ingin memaksakan keputusan tanpa pertimbangan matang, terlebih lokasi TPS berada tepat di jalur keluar-masuk pasar—ruang vital aktivitas ekonomi harian.

Kini, warga dan pedagang bersuara satu: hentikan penempatan TPS, lakukan evaluasi total, dan buka dialog terbuka dengan masyarakat. Mereka menolak menjadi objek kebijakan yang dikerjakan tergesa-gesa, tanpa mendengar suara mereka—suara yang semestinya menjadi pijakan utama setiap keputusan pemerintah.

(Red)