Sambut Hangat KKL Universitas UPI Jabar, Kades Kuripan : Mahasiswa Gali Tujuh Unsur Budaya di Kuripan

IMG-20250714-WA0095
Spread the love

Lamsel, libasmalaka.com – Adanya kunjungan kelompok kerja lapangan (KKL) mahasiswa universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sosiologi Jawa Barat (Jabar) di Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Kepala desa (Kades) setempat Suhatsyah menyambut hangat mahasiswa tersebut. Senin (14/7/2025).

Kunjungan mahasiswa KKL itu dalam rangka menggali tujuh unsur kebudayaan yang berada di Desa Kuripan tersebut,” Tentunya kami Pemdes sangat berterima kasih dengan adanya ade-ade mahasiswa dari Jabar yang ingin tahu dengan budaya kita,” Ujar Kades Suhatsyah.

“Pastinya ini juga suatu kebanggaan buat kami karena adat budaya kita dapat dikenal oleh masyarakat luar,” Katanya.

Kades Suhatsyah berharap warga masyarakat dapat menjaga kebudayaan yang berada di desa tersebut,” Terus kita gali lalu kita kembangkan adat budaya kita sehingga warga masyarakat luar daerah dapat mengetahui adat budaya kita,” Tuturnya

Sementara itu, Fajar Nugraha Dosen pembina mahasiswa universitas UPI Sosiologi Jabar menerangkan, Mahasiswa semester enam mengunjungi desa Kuripan dalam rangka KKL untuk menggali tujuh unsur budaya,”Mengingat pentingnya nilai-nilai kebudayaan itu diangkat kembali diera modern saat ini,” Terang Fajar Nugraha

“Setiap angkatan akan menyebar luaskan adat budaya yang ada di Indonesia,” Kebudayaan itu perlu untuk kita tidak hanya disegi lokal, nasional akan tetapi di segi internasional akan kita promosikan,” Tambahnya.

Terkait kegiatan KKL itu juga, Yogha Permana, SH. Ketua BPD Kuripan memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa universitas UPI Sosiologi Jawa Barat,” Alangkah banyak sejarah, adat budaya dikampung kita ini yang belum dikemas oleh banyak orang, maka itu kami sangat mengapresiasi ade-ade mahasiswa ini,” Ungkapnya.

“Mereka ingin menggali tujuh unsur budaya di kita sedangkan dikita ada tujuh unsur tersebut yakni, religi atau kepercayaan, Kemasyarakatan, bahasa, kesenian, mata pencaharian , pengetahuan dan teknologi dan peralatan,” Ungkapnya lagi.

“Dan dengan menggali tujuh unsur itu berarti adat  budaya kita bisa dikenal luas, maka kami sangat berharap kepada universitas-universitas baik lokal maupun yang ada diluar daerahsupaya melaksanakan kegiatan yang sama KKL dengan menelusuri keanekaragaman budaya kita yaitu budaya Lampung,” Tutup Yogha Permana.  (Saf)