Sambangi Basecamp KUPS Leuweung Kolot Sumur Kumbang, Kades Armad Tinjau Pembangunan Toilet 

IMG-20250707-WA0043
Spread the love

Lamsel, libasmalaka.com – Menunjukan rasa peduli serta mendukung KUPS Leuweung Kolot, Kepala desa (Kades) Sumur Kumbang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Armad meninjau pembangunan toilet untuk para  pendaki gunung Rajabasa.

Pembangunan toilet tersebut dibangun oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Leuweung Kolot desa setempat,”Pembangunan toilet di basecamp KUPS ini dananya dari hasil usaha mereka yang dikumpulkan,” Terang Kades Armad saat meninjau lokasi dibascamp KUPS Leuweung Kolot

“Para wisata pendaki yang akan naik gunung atau yang akan camping terlebih dahulu singgah dibascamp KUPS Leuweung Kolot untuk menitipkan kendaraanya,” Ujar Kades Armad

Adanya KUPS Leuweung Kolot tersebut, Kades Armad menanggapi positif menurutnya KUPS dapat menjadi wadah bagi masyarakat desa untuk mengelola dan memanfaatkan hutan secara lestari, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” Untuk pemberdayaan masyarakat dan pelestarian hutan tentunya kami sangat mendukung,” Ucap Kades Armad

Ia berharap warga masyarakat untuk aktif terlibat dalam kegiatan KUPS dan memanfaatkan potensi hutan secara optimal.

“Kami Pemerintah desa (Pemdes) pun menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai aset desa dan sumber daya alam yang harus dilindungi,” Harap Kades Armad.

Sementara itu, Ketua KUPS Leuweung Kolot sekaligus Manager operasional  1 Koperasi Sai Helau Rajabasa, Dedi Kurniawan mengucapkan rasa syukurnya, Dirinya mengungkapkan Kunjungan dari pemimpin desa (Kades-red) itu berarti Pemdes merasa memiliki,”Tentunya kami sangat bersyukur,” Ungkap Dedi Kurniawan.

KUPS merupakan bagian dari program Perhutanan Sosial yang dicanangkan oleh pemerintah untuk memberikan hak kelola hutan kepada masyarakat sekitar hutan,” Kami dibentuk sejak dua bulan yang lalu oleh LPHD,” Terang Dedi Kurniawan.

“Dan kami masih satu badan hukum dengan Koperasi Sai Helau Rajabasa dan  juga sumber daya dan sarana usaha yang dimiliki KUPS Leuweung Kolot adalah pendakian gunung Rajabasa,” Terangnya lagi.

Terkait dana pembangunan toilet untuk wisata pendaki Dedi Kurniawan juga menerangkan dana itu dari dana wisata atau hasil dari usaha KUPS itu sendiri,” Sejak kami dibentuk kami langsung mengelola wisata pendakian dan dananya kami kumpulkan,” Tuturnya.

“Para pendaki gunung Rajabasa menitipkan kendaraanya dibascamp dan dikenakan biaya parkir, dan jika para pendaki membawa beban yang lebih akan dibantu oleh porter dari kami,” Tambahnya.

Diakhir Ungkapnya, Dedi Kurniawan menjelaskan para wisata pendaki gunung Rajabasa singgah dibascamp untuk didata satu persatu sesuai domisilinya,”Itu untuk keamananya serta untuk kebersihan hutan dari sampah kamipun mendata pendaki bawa makanan atau minuman apa saja jangan sampai para pendaki ini membuang sampahnya sembarangan makanya kami data begitu mereka (Pendaki-red) pulang sampah tadi kita lagi,” Tutupnya.  (Saf)