Aksi Damai IKKPOSINDO Tolak Kebijakan Managemen Pos Indonesia Kupang Ini Tuntutanya
Ikatan Keluarga Pensiunan Pos Indonesia Kupang 85000 ( IKKPOSINDO) menduduki halaman Kantor Pos di jalan Palapa Kupang. Mereka menuntut Direksi PT Pos Indonesia yang saat ini menjadi Pos indonesia untuk bertanggung jawab atas penghapusan tunjangan perbaikan penghasilan, tunjangan pangan, Bpjs Kesehatan dan sumbangan duka.
Hal ini di tuangkan pernyataan sikap dalam 5 point yang dibacakan oleh Sekretaris Ikkposindo Jhon Frans Adu pada Rabu 14 Mei 2025.
Ketua Ikkposindo Tayeb F.A. Bethan saat di jumpai mengatakan, demo yang dilaksanakan oleh Ikkposindo ini dalam rangka menuntut hak – hak para pensiunan yang telah diambil secara sepihak oleh Direksi. Tunjangan itu berupa, 1.Tunjangan perbaikan penghasilan, 2. Tunjangan pangan, 3. BPJS kesehatan dan yang ke 4. uang duka wafat.
Tayeb juga menjelaskan, dana pensiun ini sudah terpotong sejak tanggal 2 Mei 2025 dan teman-teman pensiun ini juga tidak mengetahui penyebab dari pemotongan karena ketika melihat rekening, mereka kaget dana pensiun yang diterimah tidak sesui.
\” Saya sebagai ketua Ikatan keluarga pensiunan Posindo ini selalu ditanya, kenapa gaji pensiunan yang diterimah pada bulan Mei ini kurang, karena mereka sampaikan kepada saya itu ketika melihat gaji pensiun mereka terpotong cukup banyak\” ujar Tayeb
Menurutnya, ketika dana pensiun terpotong belum ada penyampaian sebelumnya. Seharusnya Direksi memberitahukan kepada pensiunan kenapa dana itu terpotong dan diperuntukan untuk apa.
Dikarenakan tidak ada kejelasan pasti, maka pada hari ini Rabu 14 Mei 2025 kami para pensiunan melakukan aksi protes kepada Direksi yang dituang dari pernyataan sikap.
\”Saya berharap agar suara kami ini di dengar dan juga bisa kembalikan hak- hak kami yang telah diambil. Jumlah pensiunan Pos iND seluruh Indonesia sebanyak 22. 750 orang sedangkan untuk di Kota Kupang sendiri pensiunan berjumlah 109 orang\” tandasnya
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pensiunan yang ikut berdemo, Decky Woen, penghapusan dana pensiun dilakukan sepihak ini sangat berdampak kepada para pensiunan terutama para pensiunan janda.
Dikatakan Decky, ada 4 komponen yang telah dihapus yaitu tunjangan perbaikan penghasilan, tunjangan pangan, Bpjs kesehatan dan dana duka wafat.
Ditanya soal apa yang dirasakan ketika pensiun itu terpotong, Decky dengan tenang menjawab, jelas kami para pensiun merasa kaget karena pemotongan penghasilan pensiun ini baru terjadi.
Menurutnya, sebelum pemotongan itu dilakukan seharusnya disosialisasikan dulu aturannya begitu, agar para pensiunan bisa paham kenapa di potong dan diperuntukkan untuk apa. Bukan hanya pemotongan sepihak saja.
\” Pemotongan gaji pensiun ini sangat berdampak sekali, bukan hanya saya saja dan teman2 pensiun di Kupang NTT, tetapi pensiun seluruh Indonesia itu berdampak. Karena pensiunnya sudah kecil kemudian di kurangi lagi, yang paling menyedihkan itu para pensiun janda. Kalau tidak salah para janda mereka terimah hanya 2 ribu saja, untuk beli beras saja tidak cukup, mana mau beli lauk-pauk dan lainnya\” pungkas Decky
Dengan melihat kondisi teman-teman pensiun, maka aksi demo dilakukan untuk menggugah Direksi, apakah Direksi punya perasaan apa tidak dengan melihat kondisi prihatin dari para pensiunan ini.
Deputi Kantor Cabang Utama(KCU) Kupang Pos iND Nanang Minta. Saat ditemui diruang kerjanya menjelaskan, bahwa kebijakan pemotongan penghasilan ini adalah dari pusat dan sudah secara terinci.
\” Kami dari KCU khusus di Kantor Pos Kupang, hanya menyampaikan kepada para pensiunan bahwa memang ada potongan-potongan seperti ini dan dari tim pensiunan pusat sudah melakukan dialoh dengan Direksi juga nanti baru kita dengarkan informasinya seperti apa\” tutur Nanang.
Ditanya soal apakah dari pusat sudah mengadakan semacam sosialisasi atau pemberitahuan karena sifatnya masih menunggu, kenapa dana itu sudah terpotong. Nanang menjawab, sebelumnya memang sosialisai sudah diadakan cuma karena waktunya terlalu dekat jaraknya yaitu dari April ke Mei 2025 maka belum tersampaikan keseluruh para pensiunan hanya pengurusnya saja.
\” Melihat keprihatinan para teman-teman pensiunan ini, saya berharap para Direksi kembali mempertimbangkan.Kita tunggu saja, karena aspirasi dari teman-teman para pensiunan sudah saya terimah dan secara cepat akan saya teruskan ke pusat karena memang kondisi yang sama juga dirasakan oleh pensiunan seluruh Indonesia\” pungkas Nanang. ( DM)
