Sejumlah e-Warung Program BPNT di Malaka Kesal

Sejumlah e-Warung Program BPNT di Malaka Kesal

libasmalaka.com- Sejumlah e-Warung penyalur Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menyalurkan sembako sesuai prinsip 6 (enam) T yakni Tepat Sasaran, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Kualitas dan Tepat Administrasi. Para pemilik e-warung merasa terkejut dan kesal dengan informasi penyaluran BPNT sebagaimana dilansir media, belakangan ini.

Informasi yang dihimpun, Selasa (23/11/21) sore, sejumlah e-Warung yang disebut agen BRIlink penyalur bantuan BPNT di antaranya Martina Hoar di Desa Lawalu dan UD Virgin Desa Naimana Kecamatan Malaka Tengah, Charly Taek Desa Naas Kecamatan Malaka Barat merasa terkejut terkait pemberitaan program bantuan tersebut. Meski nama agen BRIlink tidak disebut secara tegas, pemilik agen itu wajib melakukan klarifikasi terkait lokasi atau alamat dan foto yang beredar.

Pemilik e-Warung yang beralamat di Desa Lawalu Kecamatan Malaka Tengah sangat menyesalkan informasi yang dilansir media terkait kondisi penyaluran BNPT kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Desa Lawalu. Martina Hoar selaku pemilik e-warung di Desa Lawalu mengaku tidak ditemui wartawan dan diwawancarai terkait penyaluran sembako Program BPNT.

“Waktu kejadian itu, dia (red, tidak kenal namanya) datang sebagai pembeli. Dia tanya, ada minuman ko, minuman dingin. Terus saya bilang, silahkan lihat sendiri,” kata Martina kepada pembeli yang tidak dikenal namanya sambil mengarahkan ke arah kulkas tatkala penyaluran bantuan sembako, Selasa (23/11/21) sore.

Terkait pengadaan sembako, kata Martina sudah ada rapar bersama antara agen e-warong dan dinas sosial terkait pilihan untuk suplayer beras BPNT. Agen E-warong boleh memilih sendiri suplayer beras yang penting suplayer tersebut dapat menjamin 6T sesuai rujukan dari Kementerian Kemanusiaan dan Kebudayaan atau tetap memilih Perum Bulog Sub Divre Atambua sebagai suplayer sesuai dengan rujukan dari Kementerian Sosial RI.

Karena pertimbangan efisiensi dan terjaganya 6T, kata Martina para agen menyepakati untuk tetap menggunakan bulog sebagai suplayer beras BPNT. “Karena, sudah ada RPK (Rumah Pangan Kita) yang dipercayakan bulog. Jadi, kami memilih bulog,” ujar Martina sambil menambahkan sembako BPNT yang dijual seharga Rp 12. 000 per kg bukan Rp 13. 300 sebagaimana tulisan harga eceran tertinggi (HET) pada kemasan karung plastik berisi 10 kg dan sebagaimana diberitakan akhir-akhir ini.

Sama halnya pemilih e-warung di Desa Naas, Charly Taek di Kecamatan Malaka Barat merasa terkejut dengan video beras jualannya beredar meluas saat dijemur karena terendam banjir tatkala bencana Seroja, 4 April lalu. Menurutnya, gambar beras yang beredar luas itu video lama.

“Dan itu pas banjir. Tidak mungkin, saya bagi beras rusak. Kalau tidak dikomplein masyarakat karena bermasalah, beras tersebut telah diganti oleh pihak bulog sehingga KPM tetap mendapatkan beras dengan kualitas premium dan layak konsumsi” kata Charly melalui Ci Etry, istrinya, Kamis (24/11/21) siang.

Terpisah Korda BPNT Kabupaten Malaka, Rafaela Lusia Lake ketika dihubungi wartawan via telp selulernya, Kamis (24/11/21) malam menjelaskan uang ratusan juta yang dikirim ke rekeningnya. Uang berjumlah ratusan juta itu uang yang berasal dari agen karena sistem bayar tunda, habis gesek baru dibayar. Atas kepercayaan pihak Bulog kepada RPK maka uang tersebut selanjutnya ditranfer ke pihak Bulog. Bukti transfer ke Bulog semuanya tersedia lengkap.

Terkait harga jual, kata Ela demikian akrab disapa beras yang dijual agen dengan harga Rp 12. 000 per kg, bukan Rp 13. 300 karena itu tulisan HET di kemasan karung plastik berisi 10 kg. Harga Eceran Tertinggi yang tertera pada kemasan karung beras BPNT adalah peringatan atau warning agar agen tidak menjual melebihi harga eceran tertinggi. Sejauh ini tidak ada agen yang menjual beras seharga Rp 13.000 per kg atau melampaui harga eceran tertinggi.

Dia berharap masalah apa saja yang ditemukan terkait penyaluran BPNT dapat disampaikan untuk diselesaikan. “Masalahnya apa, mutu atau apa, sehingga kita atasi bersama agen,” katanya. (tim)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: