Ditengah Pandemi Covid19. Ini Strategi SMPN 1 Malaka Tengah Menghadapi Tahun Ajaran Baru

Malaka.libasmalaka.com-Di tengah pandemi Covid-19 , jelas pencegahan masih harus terus diupayakan Salah satu bidang yang mesti diperhatikan terkait penyebaran Covid-19 adalah bidang pendidikan. Selain kebijakan belajar di rumah hingga peniadaan UN 2020, kini dunia pendidikan juga sedang menghadapi agenda penting lainnya yang mesti disesuaikan di tengah pandemi ini.
Hal tersebut adalah terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020.

Salah satunya Sekolah Menengah Tingkat Pertama Negri 1 (SMPN) Tabene Kecamatan Malaka tengah Kabupaten Malaka provinsi nusa tenggara timur (NTT) adalah sekolah yang sangat mengedepankan protokol Covid19 dengan berbagai upaya dan usaha memberikan contoh kepada SMP lain sebagai SMP Rujukan di Kabupaten Malaka

Kepala sekolah (Kepsek) SMPN 1 Malaka Tengah Antonius Bria Klau yang ditemui media ini menjelaskan, “ditengah pandemi covid19 ini saya selaku pimpinan sekolah ini SMPN 1 Malaka Tengah ini adalah salah satu sekolah percontohan atau Rujukan di Kabupaten Malaka maka kami dari pihak sekolah membuat beberapa strategi untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa SMPN 1 Malaka Tengah telah membuka pendaftaran ajaran baru.

“Strategi yang pertama adalah mendatangi beberapa Sekolah Dasar terdekat dan menemui kepala sekolah di sekolah dasar tersebut guna memberikan informasi terkait pembukaan pendaftaran SMPN 1 Malaka Tengah agar bisa disampaikan lagi kepada orang tua murid di sekolah Dasar tersebut”

“Langkah kedua yang diambil memberikan pengumuman melalui media sosial dengan mencantumkan Link Pendaftaran Online untuk mendaftar sebagai siswa di SMPN 1 Malaka Tengah.

“Tetapi untuk orangtua yang belum mengerti mendaftar secara online pihak sekolah telah mengutus beberapa orang guru untuk memberikan informasi di desa-desa agar masyarakat di desa tersebut bisa mendapatkan informasi tentang dibukanya pendaftaran siswa baru SMPN 1 Malaka Tengah Malaka tengah ini”

“Untuk tahap-tahap pembelajaran di tengah pandemi covid19 sendiri saya sudah mempersiapkan 10 guru, guna menangani 10 mata pelajaran yang sudah kita siapkan dengan memberikan pelajaran secara online dan secara offline sesuai jadwal pelajaran sekolah”

“Kita akan mendata murid yang memiliki HP android dan yang tidak memiliki HP android untuk mendapatkan pembelajaran secara online dan secara offline”

“kami akan uji cobakan cara online yakni menggunakan aplikasi Zoom dengan melakukan pembelajaran sesuai roster harian dan jadwal pembelajaran dengan belajar secar Online”

“Tetapi murid yang tidak memiliki HP Android akan mendapatkan pembelajaran secara offline yaitu dari pihak sekolah akan memakai dana bos untuk mengedarkan fotocopy buku pelajaran guna mendapatkan pembelajaran dirumah”

“intinya anak sekolah tidak diliburkan tetapi anak dirumahkan dengan pembelajaran tetap berjalan” jelas Anton.

Penulis: Ananda Budiman

Berita Lain 👇