Pantai Motadikin Malaka Sudah Di Tata Lebih Baik Dalam Seminggu Banyak Pengunjung

Malaka.libasmalaka.com-Sementara ini destinasi wisata pantai yang sudah memberikan kontribusi bagi PAD adalah pantai wisata Motadikin di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah.kabupaten malaka provinsi NTT, Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Rofinus Bau
kepada media ini Jumat (12/6/2020).

Menurut Rofinus , saat ini sudah dilakukan penataan yang lebih baik sehingga dalam seminggu minat pengunjung cukup tinggi. Berbeda dengan sebelum di tata tahun 2019 lalu.

Tetang kenapa tidak dikembangkan juga destinasi wisata area pegunungan, Rofinus mengatakan, untuk saat ini pihaknya belum melirik ke area pegunungan. Walaupun tidak dipungkiri keindahan alam di pegunungan tidak kalah menarik untuk pengunjung.

Namun, kata Rofinus,  kendala utama ada pada infrastruktur jalan belum bagus. Selain itu penataan kawasan belum baik termasuk sarana komunikasi seperti handphone belum ada signal.

Dirinya menambahkan, Kabupaten Malaka juga banyak situs budaya yang bisa ditata sebagai objek wisata.

Tetapi  kendalanya ada pada soal kepemilikan. Ada semacam kelompok yang merasa siapa yang berhak karena pemahamannya siapa yang mendapatkan uang dari objek itu.

Padahal, lanjutnya, pemerintah mau memperkenalkan budaya masa lampau sehingga diketahui banyak pihak. Kendalanya adalah soal bagaimana pembagian pendapatan dari hasil kunjungan itu, sehingga ini menjadi pekerjaan rumah kedepannya.

“Yang perlu dilakukan, menurut saya, tentu para tetua adat di situs budaya perlu memberikan klarifikasi dan pemahaman kepada warganya karena apabila pemerintah langsung intervensi maka akan menimbulkan gesekan,” ujarnya.

Apabila sudah ada pemahaman di tingkat akar rumput, Rofinus meyakini  pemerintah tinggal  memberikan sosialisasi bahwa tujuan pengembangan situs ini untuk mendatangkan wisatawan dari luar.

Kehadiran wisatawan tentu ada nilai buat daerah seperti mereka bisa tinggal di hotel, penginapan, belanja kain adat ataupun karya-karya yang dihasilkan kelompok masyarakat. Hal ini artinya ada pemasukan buat daerah dan pemilik usaha kelompok karena pasti wisatawan membeli kenang-kenangan.

Mengenai inovasi desa dalam upaya pengembangan agrowisata, menurut Rofinus,  pihaknya bekerjasama dengan Dinas PMD melakukan sosialisailsi pada pokmas di Kobalima dan Kateri soal tujuh sapta pesona sehingga orang datang betah dan berkesan. Ada pelatihan juga melalui BumDes.(ananda)

Tinggalkan Balasan

error: Ketahuan lo Mau Copi Paste Yaa
%d blogger menyukai ini: