Bupati Malaka Kapolres Dandim Belu Beri Semangat Gugus Tugas Covid-19 Dan Masyarakat Di Kecamatan Botin Leobele

Malaka.libasmalaka.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) Bersama Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno,Dandim 1605/Belu Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho beserta pimpinan perangkat Daerah dan jajaran polres Malaka Danramil 1605-04,05,09 wilayah Malaka  pantau Gugus tugas pencegahan  Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di wilayah Sasitamean dan kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka Provinsi NTT pada selasa (28/04/2020)

tujuan melakukan pemantaun secara langsung  ke beberapa posko dan pos penanganan pencegahan Covid-19 di wilayah kecamatan Sasitamean dan Botin Leobele seperti yang telah dilaksanakan di kecamatan lain di wilayah kabupaten malaka sebelumnya

Selain untuk memastikan keseriusan penanganan, pengecekan juga untuk memberi semangat dan memotivasi kepada para petugas yang telah berjuang dalam menangani memutuskan rantai pandemi Covid-19.

“Hari ini saya melakukan kunjungan dan supervisi, baik di posko maupun pos relawan Covid-19. Tentunya tidak hanya terus melakukan pemantauan, tetapi yang paling penting saya ingin memberi semangat kepada Gugus Tugas Covid-19 baik dari ASN TNI Polri Camat kepala desa beserta aparatnya dan Masyarakat yang telah berjuang dalam rangka memutuskan rantai pandemi Covid-19 ini.Ucap SBS

Pantaun media ini mulai beranjak dari kediamanya

di Haitimuk kecamatan Weliman Rombongan Langsung menuju ke-Kecamatan Sasitamean sempat singgah di beberapa pos penjegahan Covid-19 memeberikan motivasi kepada gugus tugas yang sedang melaksanakan tugasnya,

Setibanya di Danau mantasik Desa Babotin Kecamatan Botin Leobele Berdekatan dengan pos Covid19 Bupati bersama rombongan mengadakan dialog bersama camat kepala desa dan masyarakat setempat

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH berpesan kepada masyarakat setempat agar  tetap menggunakan masker, jangan keluar daerah, tidak boleh berkumpul dalam jumlah banyak.

“Saya bersama Bapak kapolres, juga bapak dandim dan pejabat lain akan terus ke desa untuk melihat kesiapan warga cara mengantisipasi corona. dalam kunjungan saya beberapa kali ke kecamatan dan desa semuanya sangat siap di posko covid. Saya sangat bangga karena masyarakat sadar dan sudah menggunakan masker ,” kata SBS

Sementara Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno menjelaskan, virus corona yang  terjadi saat ini jangan dianggap sepele. Beberapa negara di Benua Eropa dan Amerika setiap hari ada korban meninggal dunia akibat virus corona. Bagi warga di Malaka khususnya di Kecamatan Botin Leobele agar selalu mengikuti anjuran pemerintah agar jangan keluar rumah jika keperluan tidak ada , gunakan masker, jangan berkumpul dalam jumlah banyak dan jaga jarak.

“Saat ini kita bukan kita perang menggunakan senjata  tapi kita perang melawan corona. Bentuk “perang” dimaksud yakni mengikuti protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah,”

“saya pernah menjumpai dalam operasi masih menemukan warga yang masih berkumpul dan  bermain biliard  dan saya perintahkan anggota melarang dan membubarkan aktifitas yang tidak ada manfaatnya itu.

saya berharap masyarakat lapor kepada Polsek terdekat Kalau ada yang main biliard  dan kita siap bubarkan. mengenai  Upacara adat tidak boleh dulu dilaksanakan sebelum Pandemi ini berakhir.

saya punya rasa bangga di kabupaten Malaka  kesiapan posko covid 19 ini  posko dari tingkat kabupaten kecamatan dan desa yang selalu siaga  mengikuti anjuran pemerintah,” kata Kapolres Albert.

Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho mengakui upaya pencegahan covid 19 di Malaka berjalan sangat baik dan ter-sistematis

Kerjasama tim dalam upaya pencegahan virus Covid-19 ini  sangat baik dari tigkat kabupaten, kecamatan, desa, semuanya  sangat proaktif.

“Pesan saya, jangan bosan-bosannya mengikuti aturan pemerintah dan maklumat Kapolri Berdayakan UKM di desa  untuk pengadaan masker.

Saya juga minta warga menanam  tanaman  yang berusia pendek guna ketahanan pangan. Kita belum tahu sampai kapan  covid 19 ini akan berakhir dari wilayah kita,” ucap Dandim Ari.

Kepada para orangtua harus mendampingi anak-anak untuk belajar selama  3-4 jam agar tidak selalu ingat pelajaran yang pernah diajarkan oleh guru

“Saat ini memang anak-anak sekolah diliburkan. Libur berarti harus belajar. Memang belajar sistem online tapi saya kira tidak semua desa ada akses internet. Tapi orangtua dan guru bisa sama-sama dampingi anak dalam belajar,” harap Dandim Ari.(Ananda)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: