Kabupaten Malaka Tempat Pelaksanaan Sosialisasi Genbest

Malaka.libasmalaka.com–Kabupaten Malaka terpilih menjadi tempat dilaksanakannya kegiatan sosialisasi Genbest karena Kabupaten Malaka merupakan satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting di tahun 2019.

Kegiatan sosialisasi Genbest berlangsung di Hotel Ramayana, Betun,Ā KabupatenĀ Malaka, Rabu (14/8/2019).

Dalam siaran pers yang diterim kilastimor. Com menyebutkan, ada 10 desa prioritas stunting diĀ KabupatenĀ MalakaĀ yakni, Desa Alas, Rabasa, Tafuli, Weoe, Muke, Dirma, Lamea, Forekmodok, Biris dan Desa Seserai.

Pemerintah RI serius menaruh perhatian akan permasalahan stunting dengan beragam kebijakan intervensi penanggulangan stunting agar persentase stunting bisa menurun. Pemerintah melakukan intervensi dalam dua skema, pertama; intervensi spesifik atau gizi dengan melakukan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak, suplementasi gizi, pemberian tablet tambah darah serta konsultasi.

Kedua; intervensi sensitif atau non gizi seperti penyedian sanitasi dan air bersih, lumbung pangan, alokasi dana desa, edukasi serta sosialisasi.

Kominfo mengajak seluruh masyarakat untuk dapat melakukan 3P, Peduli, Pahami dan Partisipasi dalam membantu pengurangan stunting. Peduli artinya, masyarakat peduli dengan sekitar, terutama kondisi kesehatan keluarga. Pahami sebanyak mungkin informasi terkait stunting dan Partisipasi, dimaksud sama-sama berperan aktif menyukseskan gerakan sadar stunting dalam rangka kontribusi pada pembangunan manusia Indonesia.

Kegiatan sosialisasi Genbest ini dibuka Asisten II Setda Malaka, Silvester Letto, Peserta kegaitan adalah kalangan pelajar SMA di Malaka, kepala desa dan perguruan tinggi yang ada di kabupaten Malaka.

Menurut bapak Asisten II Setda Malaka Silvester Leto “mengenai stunting di kabupaten malaka tidak terlalu parah karena kunci dari stunting itu adalah makanan, karena jika seorang anak makan makanan yang gizinya berimbang maka pertumbuhan gizi pun akan baik dan tidak mengalami kelambanan dalam pertumbuhan dan kecerdasan otak anak”

Dan tentang makanan bergizi kusus di Kabupaten Malaka itu punya program prioritas dari Bupati Malaka Yaitu RPM dan ini menyentuh semua kepala keluarga di kabupaten Malaka sehingga beberapa tahun terakir setelah beliau dilantik dan merencanakan program ini masyarakat tidak pernah merasakan kelaparan, tetapi selain dari itu ya tentu ada saja stunting di daerah pedalaman tetapi kami dari pemerintah belum mendapatkan data yang rinci dinas terkait. Ujar Silvester Leto As 2 Setda Malaka.

Asisten II Selvester Leto Setda Malaka ketika dijympai Media ini menyampaikanĀ  “stunting di Kabupaten Malaka Tidak separah dengan Kabupaten Lain karna ketersediaan makanan yang cukup.

“untuk keluarga yang kurang mampu untuk kabupaten malaka ini memang betul ada tetapi pada beberapa tahun terakir makanan untuk keluarga kurang mampu ini sangat cukup dan memadai untuk waktu selama satu tahun untuk memenuhi kebutuhan makan mereka sehingga untuk anak-anak mereka tidak akan separah di kabupaten lain didikarenakan program dari Bupati Malaka SBS Terkait RPM.

Untuk penanganan stunting Oleh Bupati Malaka SBS itu sudah di persiapkan mulai dari RPM Terkait makanan dan juga sudah kembangkan tumbuhan jenis kelor/merungga. bupati Malaka SBS Sudah Memerintahkan Semua camat dan kepala – kepala desa untuk membudidayakan Tanaman iniĀ  dan bisa di pasarkan agar mendapatkan sejumlah uang untuk kelangsungan hidup keluarga tersebut.

Kunci hidup sehat itu adalah air bersih maka dari itu terkait air bersih Pemda malaka sudah menurunkan 12 Mobil Tangki yang berisikan air bersih untuk dibagikan di setiap kecamatan, desa, Dusun, RT, Dan RW. Tutup Letto.(Ananda)