Juara Bertahan ETMC Perse Ende Taklukan Rotendao .3-1

Putera Oesao FC melawan Persesba Sumba Barat Skor 0.0.

 

Juara bertahan, Perse Ende menaklukkan Perserond Rote Ndao dalam laga penyisihan group B di Stadion Malaka di Kobalima, Selasa (09/07/2019).

 

Permainan menarik dipertontonkan kedua tim dalam pertandingan yang disaksikan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, Ketua TP PKK, Ny. Beatriks Bria Seran , Sekjen Aspr

PSSI NTT, Lambert Ara Tukan, serta Pimpinan Perangkat Daerah tersebut.

Bermain di hadapan Perse Rore, julukan suporter fanatik Perse Ende, Laskar Kelimutu menekan sejak pertandingan dimulai.

Dua peluang tercipta di 3 menit pertama, nanun tidak dimanfaatkan dengan baik oleh ujung tombak Perse Ende.

Sebuah tendangan keras dari luar kotak 16 pada menit ke 10 lepas dari pelukan penjaga gawang Perserond, namun tidak menghasilkan gol.

Gol baru tercipta di menit ke sebelas setelah terjadi kemelut di kotak terlarang Perserond. Pemain sayap kiri (21) Perse Ende melepaskan sebuah tendangan keras ke arah gawang yang sudah ditinggalkan Penjaga Gawang Perserond.

Sebuah peluang didapatkan Perserond di Menit ke – 15 melalui kaki pemain bernomor punggung 16. Tendangan bebas dari luar kotak enam belas tersebut berhasil ditepis penjaga gawang Perse Ende.

Menit ke-28, sebuah peluang kembali tercipta bagi tim Perserond. Sebuah kemelut di pinggir garis enam belas tidak bisa dimanfaatkan dua pemain Perserond yang berdiri bebas, walau penjaga gawang Perse sudah meninggalkan posisinya.

Sebuah sundulan pemain bernomor punggung 19 dari Perse Ende di menit ke – 31 berhasil menggandakan keunggulan Perse Ende menjadi 2-0. Kedudukan ini bertahan hingga babak pertama selesai.

Memasuki babak ke dua, Laskar Kelimutu yang sudah unggul 2 gol terus menggempur pertahanan Perserond. Menit ke-49, sebuah kemelut di depan pagawang Perserond gagal dimanfaatkan ujung tombak Perse Ende.

Menit ke 63, penyerang Perse Ende yang berlari bebas di kotak terlarang gagal menjebol gawang lawan. Bola melebar ke kanan gawang Perserond. Peluang yang sama tercipta lagi beberapa detik berselang, namun gagal lagi.

Memasuki menit ke 78, kerja keras Laskar Kelimutu membuahkan hasil. Pemain sayap bernomor punggung 21 kembali menorehkan namanya di papan score dengan sebuah tendangan keras. Kedudukan 3-1 untuk keunggulan Perse Ende.

Menit ke 89, Perserond Rote Ndao memperkecil ketertinggalan melalui gol cantik pemain bernomor punggung 7. Kedudukan 1-3.

Di babak injuri time, wasit mengeluarkan kartu merah untuk pencetak dua gol dari perse Ende. Pemain nomor punggung 21 tersebut melakukan pelanggaran terhadap pemain Perserond.(ananda)

 

Pertandingan lain di group B terjadi di waktu yang sama di Lapangan Umum Besikama antara Putera Oesao FC melawan Persesba Sumba Barat.

 

Putera Oesao FC unggul lebih dahulu di menit- menit awal babak pertama. Namun di injury time, Persesba berhasil menyamakan kedudukan di menit ke 88

Dengan hasil dua pertandingan tersebut, maka di Group B, Perserond dan Putera Oesao FC masing-masing tetap mempertahankan 1 point dari dua pertandingan, sementara Persesba Sumba Barat unggul di atas keduanya dengan perolehan 2 point, hasil dari dua kali seri. Sementara, Perse Ende dan Persap Alor sama-sama mengoleksi 3 point dari satu kali bertanding

PSK Kupang dan Perss Soe bermain imbang dengan skor kaca mata dalam pertandingan penyisihan group A di Lapangan Umum Kota Betun, Selasa Malam (09/07/19), Pukul 20.00 Wita.

Kedua tim memainkan tempo tinggi dalam pertandingan yang disaksikan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, Ketua TP PKK, Ny. Beatriks Bria Seran, Wakil Bupati TTS Amy Konai, Sekjen Aspriv PSSI NTT, Lambert Ara Tukan, serta Pimpinan Perangkat Daerah tersebut.

Sebuah tendangan jarak jauh di pemain sayap kanan Perss Soe di menit ke 34 mengancam gawang PSK Kupang. Namun bola yang menusuk di bawah mistar gawang dihalau saja oleh penjaga gawang PSK Kupang.

Menjelang turun minum, peluang bagi Perss Soe kembali tercipta melalui ujung tombak bernomor punggung 9 du menit ke 43. Sebuah tembakan keras dari dalam kotak 16 masih melebar di atas mistar gawang PSK Kupang. Skor kaca mata berakhir hingga turun minum.

Babak ke dua, kedua tim masih berbagi penguasaan bola. Serangan demi serang dibangun ke dua tim. Namun semua serangan tersebut masih bisa dipatahkan barisan pertahanan masing-masing.

Peluang emas bagi Laskar Gunung Fatuleu tercipta di menit ke 59 ketika striker PSK Kupang yang berdiri bebas di dalam kotak terlarang mendapatkan bola muntah. Namun peluang tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik. Bola melebar di atas mistar gawang Perss Soe.

Presing yang coba dilakukan anak-anak Kota Soe sepuluh menit terakhir melahirkan 5 peluang emas, namun tidak berbuah gol.

Sebuah serangan balik Laskar Gunung Fatuleu membuat sorakan ribuan penonton yang memadati Lapangan Umum Betun bergemuruh. Namun, lagi-lagi belum bisa memecahkan kebuntuan.

Hingga akhir menit ke dua injury time, kedudukan masih tetap imbang tanpa gol (Ananda)