BPTP NTT Berikan Pendampingan Kepada Tiga Poktan Di Wilayah Perbatasan NTT – Timor Leste

Malaka NTT, libasmalaka.com – Sebanyak tiga kelompok tani (Poktan) di Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka merupakan desa yang berbatasan langsung dengan wilayah Negara Timor Leste mendapatkan pendampingan budidaya jagung dari BPTP NTT.

Ketiga Poktan tersebut adalah Poktan Sinar Saluhu yang diketuai oleh Paulus Bau Halek, jumlah anggota 20 org. Poktan Tara Makit Jaya yang diketuai Zakaria Kau jumlah anggota 25 org. Poktan Laka Teu diketuai Brisina Luruk, jumlah anggota 20 orang.

Melalui penjelasan Kepala BPTP NTT, Dr. Ir. Syamsudin, MSc, menyampaikan dari
Ketiga Poktan akan menanam jagung hibrida Nasa29 di MT II ini pada lahan seluas 20 ha. Sebelum menanam, ketiga Poktan diberi Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya jagung oleh peneliti BPTP NTT.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan Dukungan Inovasi Pertanian di Wilayah Perbatasan (DIP-WP) Kementerian Pertanian, Badan Litbang Pertanian. Ini merupakan dukungan Kementerian Pertanian terhadap pembangunan ekonomi masyarakat wilayah perbatasan terutama di Kabupaten Malaka” Jelasnya.

Bimtek Budidaya Jagung dilaksanakan di Desa Alas Selatan (Rabu, 8/5/2019) diikuti 50 peserta. Hadir pada acara Bimtek, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Niko Seran, S.Sos, Kepala Bidang Tanaman Pangan Frans Nahak SP, Kepala Desa Alas Selatan Adam C.H. Fahik. Juga hadir tenaga pendamping Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Kabupaten Malaka, Koordinator PPL dan para penyuluh.

Penanggung jawab lapangan Dr. Bernard deRosari disela-sela kegiatan Bimtek menerangkan, Bimtek budidaya jagung diikuti semua petani yang akan menanam jagung hibrida Nasa29.

“Sebelum menanam, petani diberi pengetahuan tentang budidaya jagung dengan tata tanam double track. Tata tanam ini telah terbukti meningkatkan hasil panen, sehingga terus didiseminasikan untuk diterapkan oleh lebih banyak petani” Terangnya.

Masih dalam peneranganya,  Ia berharap Bimtek budidaya jagung ini langsung diberi oleh peneliti senior BPTP NTT, Dr Evert Hosang dan Dr. Tony Basuki.

“Diharapkan petani setelah mendapatkan pengetahuan budidaya jagung akan menerapkan di lapangan sehingga akhirnya akan mendapatkan hasil panen yang baik” Harap Bernard.

Penanaman jagung MT II 2019 juga merupakan kegiatan untuk mendukung Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM). Pada musim kedua atau “udalor” ini petani diarahkan untuk memanfaatkan hujan dengan menanam aneka tanaman untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. (boni/Edi)

%d blogger menyukai ini: