Kam. Sep 24th, 2020

Bupati Malaka Undang Anak Malaka Hadiri Diskusi Investasi Garam Malaka di Betun 27 Maret

Malaka- Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengundang diaspora Malaka yang menyebar dimana saja untuk hadir berdiskusi dengan Bupati terkait Investasi Garam Malaka yang direncanakan digelar di Betun, Rabu (27/3-2019).

Sebelum diskusi digelar Bupati akan mengajak seluruh masyarakat untuk turun ke lokasi melihat dari dekat apa yang sesungguhnya terjadi di tambak garam itu.

Penegasan itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawan di Haitimuk, Sabtu (16/3-2019)

Dikatakannya, Bupati Malaka mengundang semua anak Malaka yang saat ini berada dimana saja agar hadir untuk berdiskusi dengan Bupati.

“Sesuai rencana pemerintah daerah diskusi itu sedianya akan digelar pada tanggal 19 Maret namun ditunda ke tanggal 27 Maret 2019 karena berbagai kegiatan yang sudah terjadwal dan tidak bisa ditunda”

” Saya minta kepada mereka-mereka yang selama ini merasa dirinya jago dan berkoar-koar diluaran agar bisa hadir di Malaka dalam acara diskusi itu sebagai bahan masukan bagi pemerintah untuk membangun daerah ini”

” Tidak ada undangan tertulis karena apa yang disampaikan disini merupakan agenda pemerintah yang sudah dijadwalkan ”

“Bila punya kepedulian membangun Malaka silahkan datang berdiskusi dan memberikan masukan kepada pemerintah untuk penyempurnaannya”

” Mereka yang merasa diri jago dan suka berkoar-koar diluar itu saya tahu pribadi mereka , keluarga mereka dan famili mereka.

Ada yang sudah pergi merantau dan kerja tanpa datang melihat keluarga.
Keluarga susah seperti apa mereka tidak datang tengok.

Sekarang pemerintah lagi berusaha untuk membuka lapangan pekerjaan malah mereka ribut dan berkoar dimana-mana”

“Ada yang belum tahu tentang Malaka dan belum injak kaki di Malaka tetapi omongnya seperti pahlawan lingkungan di Malaka . Bahkan ada yang mengatakan dirinya pejuang mangrov”

“Kalau mereka itu pejuang lingkungan kenapa hutan Wemer yang dirusak sejak tahun 1999 mereka tidak ribut dan mencarikan solusi untuk mengatasinya.

Kenapa sekarang mereka jalan ikut Welaus dan kenapa tidak ikut Wemer, lalu tidak ribut dan mencarikan solusi untuk hal itu ?”

” Ada anak Malaka yang hanya pergi merantau untuk mengajar dari satu sekolah ke sekolah yang lain padahal di Malaka masih membutuhkan tenaga guru untuk mengajar. Baru dari jauh mereka komen bahwa pemerintah tidak kerja untuk rakyat”.

“Ada pihak yang menuduh Pemda merusak hutan mangrove di pesisir pantai Malaka, maka dipersilahkan tempuh jalur hukum supaya diputuskan oleh pengadilan bahwa hal itu betul atau tidak.

Karena yang menentukan seseorang bersalah atau tidak bersalah adalah di Pengadilan, bukan berkoar koar tuding orang lain diluar keputusan pengadilan”

” Pemda Malaka selalu mendukung Kebijakan Pempus dan Pemprop NTT dalam hal pembangunan.

Dalam pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu Bapak presiden sudah perintahkan kepada semua kepala daerah dan perangkat daerah yang hadir supaya mempercepat investasi karena akan membuka lapangan pekerjaan dan menumbuhkan kesejateraan serta mempercepat kemakmuran rakyat”.(edi)

%d blogger menyukai ini: