Jangkarmas BNN Lumajang Dekatkan Akses Rehabilitasi bagi Penyalahguna Narkoba
LUMAJANG – Akses terhadap rehabilitasi menjadi salah satu langkah penting dalam membantu penyalahguna narkoba memperoleh penanganan yang sesuai. Untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan pemulihan tersebut, BNN Kabupaten Lumajang mengangkat Program Jangkauan Rehabilitasi Masyarakat (Jangkarmas) dalam Talkshow JELITA (Jelajah Informasi dan Berita) di LPPL Radio Suara Lumajang FM 104.1 MHz, Senin (26/10/2026).
Mengusung tema “Jangkauan Rehabilitasi Masyarakat (Jangkarmas), Wujudkan Akses Pemulihan bagi Penyalahguna Narkoba”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya rehabilitasi, prosedur memperoleh layanan, serta peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung proses pemulihan.
Kepala BNN Kabupaten Lumajang, AKBP Indra Brahmana, S.S., menjelaskan bahwa Jangkarmas diarahkan untuk mendekatkan layanan rehabilitasi kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi, berkonsultasi, dan mengetahui akses layanan pemulihan yang sesuai dengan kebutuhan.
Menurutnya, salah satu hal yang perlu diperhatikan ialah hambatan yang membuat seseorang atau keluarganya enggan mencari pertolongan, mulai dari keterbatasan informasi hingga rasa takut untuk berkonsultasi.
“Masyarakat yang sebelumnya belum mengetahui prosedur rehabilitasi atau merasa takut mencari bantuan dapat didorong untuk berkonsultasi dengan petugas yang kompeten. Dengan informasi yang tepat, penyalahguna narkoba dan keluarganya dapat mengetahui langkah penanganan yang sesuai sejak dini,” ujarnya.
Indra juga menekankan pentingnya asesmen profesional dalam menentukan kebutuhan rehabilitasi. Setiap individu memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda sehingga penanganan perlu disesuaikan dengan hasil penilaian tenaga yang berwenang.
“Pendekatan ini membantu mengarahkan individu ke layanan yang sesuai, baik berupa rehabilitasi rawat jalan maupun rawat inap apabila diperlukan,” jelasnya.
Selain akses layanan dan asesmen, dukungan keluarga serta lingkungan sosial juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Dokter Ahli Pertama BNN Kabupaten Lumajang, dr. Sri Harsono, menyampaikan bahwa lingkungan yang mendukung dapat membantu individu menjalani rehabilitasi dan membangun kembali hubungan sosialnya.
“Dukungan yang tepat dapat membantu individu menjalani proses rehabilitasi, membangun kembali hubungan sosial, serta mengurangi risiko kembali menggunakan narkoba. Masyarakat juga diharapkan tidak memberikan stigma, melainkan mendorong mereka yang membutuhkan untuk mendapatkan bantuan profesional,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Konselor Terampil BNN Kabupaten Lumajang, Ilham Fathurozi, A.Md.Kep., menekankan bahwa upaya pemulihan perlu mendapat dukungan yang berkelanjutan. Rehabilitasi diharapkan tidak hanya membantu individu memperbaiki kondisi kesehatan dan fungsi sosial, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga serta lingkungan dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba.
Melalui talkshow ini, masyarakat diajak memahami bahwa rehabilitasi merupakan bagian dari upaya penanganan penyalahgunaan narkoba yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Informasi yang tepat, pendampingan profesional, dan dukungan tanpa stigma menjadi unsur penting agar mereka yang membutuhkan tidak ragu mencari pertolongan.
Masyarakat diharapkan dapat mencari informasi melalui BNN Kabupaten Lumajang maupun fasilitas rehabilitasi yang berwenang. Sinergi antara BNN, Pemerintah Kabupaten Lumajang, tenaga profesional, keluarga, dan masyarakat diharapkan dapat membantu memperluas akses pemulihan sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba menuju Lumajang Bersih Narkoba. (Yud)
Sumber Diskominfo Kab. Lumajang
