29 Oktober 2026

Polsek Gucialit Dampingi Distribusi Air Bersih, Warga Lumajang Krisis Air Selama Tiga Bulan

Screenshot_20261029-203042
Spread the love

LUMAJANG – Krisis air bersih yang melanda Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, selama tiga bulan terakhir membuat warga harus menempuh jarak hingga 2–5 kilometer ke desa tetangga untuk mendapatkan air.

Sebagian warga bahkan terpaksa membeli air dari mobil tangki keliling demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, personel Polsek Gucialit melakukan pendampingan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Sidorukun RT 04 RW 05 dan Dusun Sidomakmur RT 04 RW 01, Rabu (29/10/2026).

Penyaluran bantuan ini dilakukan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau panjang.

Kondisi tersebut menyebabkan debit sejumlah sumber mata air lokal mengecil, sementara tandon penampungan air hujan milik warga mulai mengering.

Kapolsek Gucialit, AKP Gusti Ngurah Bagus Puspanadi, mengatakan kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga kelancaran distribusi bantuan.

Menurut dia, bantuan air bersih dari berbagai pihak menjadi salah satu upaya untuk meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama untuk minum, memasak, dan keperluan rumah tangga lainnya.

“Personel kami melakukan pendampingan agar penyaluran bantuan air bersih berjalan tertib, aman, dan lancar. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib serta tidak saling berebut saat menerima bantuan,” demikian keterangan kegiatan Polsek Gucialit.

Berdasarkan data penyaluran, bantuan air bersih berasal dari sejumlah pihak. Polres Lumajang menyalurkan sebanyak 1.200 liter, sedangkan bantuan dari perorangan atas nama Shinta mencapai 11.600 liter.

Selain itu, Aliansi BEM Lumajang bersama kepolisian dan Pemerintah Desa turut menyalurkan 6.000 liter air bersih untuk warga di Dusun Sidomakmur.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan. Distribusi juga dilakukan secara berkala oleh berbagai pihak, termasuk unsur pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga sosial.

Bagi warga, ketersediaan air bersih menjadi persoalan mendesak sejak sumber air di lingkungan mereka mulai menyusut. Sebelum menerima bantuan, warga harus mencari air ke desa tetangga, termasuk Desa Pakel, atau mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air tangki.

Kondisi ini menambah beban masyarakat karena air dibutuhkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Kehadiran bantuan diharapkan dapat mengurangi kesulitan warga sekaligus memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi di tengah kemarau panjan

Distribusi air bersih secara berkala menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat Desa Gucialit melewati dampak kekeringan.

Sementara itu, pemenuhan kebutuhan air dalam jangka panjang tetap menjadi hal penting agar warga tidak terus bergantung pada bantuan tangki setiap kali musim kemarau tiba. (Yud)

About Post Author