23 September 2026

Bom Waktu Racun di Pemukiman: Bisnis Pencucian Plastik Ilegal Milik ‘AS’ di Bowiro Sidoarjo Ancam Sawah dan Air Sumur Warga

Screenshot_20260924-023925
Spread the love

SIDOARJO – Praktik lancung industri rumahan ilegal yang mengabaikan keselamatan ekologi kian mengkhawatirkan. Aktivitas usaha pencucian dan daur ulang sampah plastik yang dikelola oleh terduga berinisial AS, warga asal dusun/blok Bowiro, Kabupaten Sidoarjo, kini memicu keresahan massal. Pasalnya, industri berskala pemukiman ini nekat beroperasi di tengah lingkungan warga tanpa memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang standar.

Setiap harinya, proses pencucian berkapasitas besar ini menggelontorkan ribuan liter air limbah pekat beracun langsung ke tanah, selokan, hingga merembes bebas ke area persawahan produktif dan sumur konsumsi milik warga setempat.

Kesaksian Warga: Air Sumur Mulai Berbau dan Gatal-Gatal
Jeritan warga terdampak mulai bermunculan seiring memburuknya kualitas lingkungan di sekitar lokasi pencucian plastik tersebut.

Seorang warga setempat berinisial S menyampaikan keluhan mendalamnya langsung kepada wartawan di lapangan.
“Kami warga di sini sudah sangat resah. Sejak tempat pencucian plastik milik AS itu beroperasi di tengah pemukiman, air sumur yang biasa kami pakai untuk minum dan mandi berubah jadi agak licin dan ada bau kimia aneh. Anak-anak di sini juga mulai sering mengeluh gatal-gatal di badannya setelah mandi,” ungkap S dengan nada getir.

Ia juga menambahkan bahwa warga merasa tidak berdaya karena limbah cair dibuang begitu saja tanpa penyaringan. “Kalau hujan, selokan mampet karena penuh serpihan plastik kecil, lalu air limbahnya meluap ke jalanan. Kami khawatir kalau ini dibiarkan terus, anak cucu kami yang akan menanggung penyakitnya,” lanjut S mendesak kepastian hukum.

Meracuni Rantai Pangan: Padi Terancam Mandul dan Beras Beracun
Keluhan warga sejalan dengan ancaman masif pada sektor pertanian di radius Bowiro. Air irigasi sawah kini tercemar oleh luruhnya zat aditif plastik berbahaya dari aktivitas pencucian milik AS. Secara ilmiah, zat kimia industri dan jutaan partikel mikroplastik/nanoplastik yang mengalir ke sawah terbukti menyumbat pori-pori akar tanaman.

Akibatnya, pertumbuhan akar menyusut tajam, proses fotosintesis terganggu (daun menguning), tanaman padi menjadi kerdil, hingga memicu ancaman gagal panen total. Lebih mengerikan lagi, tanah terancam menjadi mandul karena matinya mikroba pengurai, serta terjadinya bioakumulasi di mana logam berat (seperti timbal dan kadmium) terisap oleh tanaman dan mengendap langsung di dalam bulir beras yang akan dikonsumsi masyarakat luas.

Ancaman Zat Kimia Karsinogenik dan Mikroplastik
Resapan tanpa filter dari pencucian semua jenis plastik (dari PET kode 1 hingga jenis Other kode 7) meloloskan zat beracun tak kasat mata ke dalam sumber air minum masyarakat:
Ftalat (Phthalates) & Bisfenol A (BPA): Senyawa pengganggu hormon (endocrine disruptor) yang luruh dari plastik PVC dan polikarbonat, terbukti memicu kemandulan, gangguan reproduksi, serta cacat lahir pada janin.

Logam Berat & Zat Karsinogenik: Jejak senyawa plastik PVC, Styrene, dan penahan api (flame retardant) dari limbah elektronik yang dicuci, mengendap di air tanah dan memicu risiko tumor serta kanker jangka panjang.

Mikroplastik Persisten: Jutaan partikel plastik berukuran mikroskopis lolos ke sumur warga dan tidak akan hilang meskipun air dimasak hingga mendidih.

Tuntutan Warga: Hentikan Operasional dan Desak Tindakan Tegas DLH
Selain pencemaran air dan tanah, aktivitas pengolahan sampah plastik milik AS ini memicu polusi suara dari mesin pencacah serta polusi udara akibat bau busuk sisa kontaminan eksternal (residu oli, pestisida, dan sampah organik).

Warga setempat mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo serta aparat penegak hukum terkait untuk segera turun ke lapangan. Warga menuntut operasional pencucian milik AS di Bowiro ini segera disegel dan ditutup total, sebelum kerusakan lingkungan ini menjadi kerusakan permanen yang memakan korban jiwa akibat krisis kesehatan kronis. (yud)

About Post Author