RSGMP Nala Husada Surabaya Sukses Laksanakan Operasi Bedah Ortognatik Perdana
SURABAYA – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Nala Husada Universitas Hang Tuah Surabaya kembali mencatatkan pencapaian penting dengan sukses melaksanakan operasi bedah ortognatik perdana pada Minggu (2/8/2026). Keberhasilan ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan layanan bedah mulut dan maksilofasial, sekaligus memperkuat komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Bedah ortognatik merupakan prosedur pembedahan yang bertujuan mengoreksi kelainan posisi rahang atas, rahang bawah, maupun keduanya. Tindakan ini tidak hanya memperbaiki fungsi pengunyahan dan kemampuan berbicara, tetapi juga meningkatkan keseimbangan struktur wajah, kesehatan rongga mulut, serta kualitas hidup pasien.
Operasi perdana tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial, dokter spesialis ortodonti, dokter anestesi, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya. Seluruh tahapan, mulai dari pemeriksaan klinis, evaluasi radiografis, perencanaan tindakan, hingga rehabilitasi pascaoperasi dilakukan secara terintegrasi sesuai standar pelayanan dan keselamatan pasien.
Tindakan operasi dipimpin oleh Dr. drg. Yudy Ardilla Utomo, Sp.B.M.Mf., Subsp.I.G.Mf., bersama drg. Monika Elidasari, Sp.B.M.M., dan drg. Putu Indra Setya Perdana, Sp.Ort., yang bekerja sama secara profesional untuk memastikan keberhasilan prosedur tersebut.
Direktur RSGMP Nala Husada Universitas Hang Tuah, Kolonel Laut (K/W) drg. Rr. Sweeta Artsiana Dewi, M.Kes., CRMP, mengatakan keberhasilan operasi bedah ortognatik perdana merupakan tonggak penting dalam pengembangan layanan unggulan rumah sakit.
“Keberhasilan operasi bedah ortognatik perdana ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut. RSGMP Nala Husada berkomitmen menghadirkan layanan yang profesional, aman, berbasis teknologi, serta didukung kolaborasi multidisiplin demi memberikan hasil terbaik bagi setiap pasien,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai rumah sakit pendidikan, RSGMP Nala Husada tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wahana pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di bidang kedokteran gigi.
“Kami akan terus mengembangkan kapasitas layanan spesialistik,
meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat inovasi pelayanan agar masyarakat semakin mudah memperoleh layanan bedah mulut dan maksilofasial yang berkualitas, modern, dan terpercaya,” tambahnya.
Keberhasilan operasi bedah ortognatik perdana ini semakin menegaskan
eksistensi RSGMP Nala Husada Universitas Hang Tuah sebagai rumah sakit pendidikan yang mampu menangani kasus-kasus bedah mulut dan maksilofasial dengan tingkat kompleksitas tinggi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.
(Red)
