20 Juli 2026

Rp7,8 Miliar untuk Jembatan Gantung Nunbei: Sepadan atau Tidak? Publik Malaka Berhak Meminta Penjelasan!

file_0000000070ac720b8dd2054f43117a73
Spread the love

Rp7,8 Miliar untuk Jembatan Gantung Nunbei: Sepadan atau Tidak? Publik Malaka Berhak Meminta Penjelasan!

Dibandingkan Proyek Serupa, Anggaran Jembatan Nunbei Mengundang Tanda Tanya

LibasMalaka.Com|Malaka

Besaran anggaran pembangunan Jembatan Gantung Nunbei di Desa Kakaniuk, Kabupaten Malaka, kembali menjadi sorotan publik setelah beredar perbandingan dengan Jembatan Gantung Sebawi di Kabupaten Sambas.

Sebagai pembanding, Jembatan Gantung Sebawi dibangun dengan pagu anggaran sekitar Rp7,5 miliar, memiliki panjang sekitar 120 meter dan lebar 1,8 meter. Sementara itu, Jembatan Gantung Nunbei diketahui memiliki pagu anggaran sekitar Rp7,8 miliar, sedangkan spesifikasi teknis seperti panjang, lebar, volume pekerjaan, dan rincian konstruksi belum terverifikasi dalam informasi yang beredar.

Perbandingan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.

Publik berhak mempertanyakan:

Mengapa anggaran Jembatan Nunbei mencapai Rp7,8 miliar?

Berapa panjang, lebar, dan spesifikasi teknis sebenarnya?

Apakah nilai pekerjaan telah sesuai dengan volume dan kualitas konstruksi?

Bagaimana rincian penggunaan anggaran tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan bagian dari hak masyarakat untuk memperoleh informasi atas penggunaan uang negara, sebagaimana prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Apabila terdapat dugaan ketidaksesuaian antara nilai proyek dan hasil pekerjaan, maka hal tersebut merupakan ranah aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk melakukan pemeriksaan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Karena itu, masyarakat berharap Dinas PUPR Kabupaten Malaka memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dokumen perencanaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta dasar perhitungan anggaran proyek tersebut. Keterbukaan informasi akan menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Transparansi bukanlah ancaman bagi pemerintah, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat sebagai pemilik sah uang negara.

Editor: Andry Bria
Redaksi:LibasMalaka.com – Suara Rakyat, Fakta & Integritas

About Post Author