LPRI NTT Kunjungi Perbatasan Motamasin, Bahas Keamanan Dan Sinergitas Dengan Satgas Pamtas
Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja resmi ke wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL), tepatnya di Dusun Motamasin, Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026, di Motamasin Kabupaten Malaka. Tujuan kegiatan ini meninjau secara langsung kondisi wilayah, menyamakan persepsi, serta memperkuat sinergitas dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara .

Rombongan DPD LPRI dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LPRI NTT, Rezky Yunike Agustin Frans, didampingi Sekretaris Umum Malary Aryesto Riwu Rohi, Sekretaris dua yance Kaborang, Bendahara Jen Lena Nguru, dan Kadiv Litbang Pendidikan Paulus Edi, serta Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LPRI Kabupaten Malaka Ciryakus Kiik.

Kedatangan tim LPRI DPD NTT disambut secara langsung dan hangat oleh Komandan Kompi (Danki) 3 Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Yonarmed 12 Kostrad, Kapten Arm Rosy Pujiantoro, beserta seluruh prajurit yang bertugas di pos pengamanan tersebut.
selanjutnya dalam pertemuan tertutup dan dialog terbuka yang berlangsung di lokasi perbatasan, kedua belah pihak membahas berbagai hal strategis dan mendalam, meliputi: pengamanan garis batas negara, perkembangan situasi keamanan, potensi masalah yang muncul, hingga upaya penyelesaian yang telah dilakukan. Fokus utama diskusi adalah mencari solusi bersama, menyatukan pandangan, serta memastikan seluruh kegiatan di wilayah perbatasan tetap berjalan sesuai hukum dan peraturan negara demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di titik pintu masuk negara Motamasin ini, disepakati adanya kesamaan persepsi yang kuat: bahwa menjaga keamanan nasional, ketertiban umum, dan kedamaian antarwarga kedua negara adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, mulai dari aparat keamanan, lembaga pengawasan, hingga masyarakat setempat.
Kapten Arm Rosy Pujiantoro dalam penjelasannya menyampaikan kondisi terkini wilayah tersebut:
“Secara umum kondisi keamanan di perbatasan Motamasin aman, terkendali, dan kondusif. Memang ada beberapa hal kecil yang sempat menjadi pembicaraan atau menimbulkan ketidaknyamanan, namun itu murni hanya kesalahpahaman semata, dan kami bersama pihak terkait sudah menyelesaikannya dengan baik dan damai. Tidak ada masalah besar yang mengganggu kedaulatan atau keamanan negara.” Ujarnya.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa tugas Satgas Pamtas tidak hanya menjaga batas wilayah dan mencegah kegiatan ilegal lintas batas, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan bersama masyarakat.
“Banyak hal yang sudah dan terus kami lakukan selain menjaga keamanan. Kami rutin mengadakan pengobatan gratis bagi warga, kerja bakti dan gotong royong membangun atau memperbaiki rumah warga, membantu pembangunan fasilitas umum, serta mendampingi warga dalam kegiatan sosial budaya. Intinya kami hadir bukan hanya sebagai pengamanan, tapi juga mitra dan saudara masyarakat perbatasan,” ujar Kapten Rosy, seraya menambahkan: “Kedatangan rombongan DPD LPRI NTT ini merupakan kebanggaan besar bagi saya dan seluruh anggota. Ini bukti perhatian dan dukungan dari lembaga pengawasan terhadap tugas kami.” tegas Rosi.
Rosi juga meminta agar DPD LPRI NTT dan DPC Malaka terus aktif memantau setiap perkembangan situasi, memberikan masukan, serta senantiasa menjalin komunikasi dan pertukaran informasi terkini mengenai segala hal yang terjadi di wilayah lintas batas Motamasin, agar penanganan masalah dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Sementara itu, Ketua DPD LPRI NTT, Rezky Yunike Agustin Frans, menjelaskan tujuan utama kunjungan kerja melihat dan mendengarkan secara langsung dari pihak TNI yang dipimpin oleh Kapten Arm ROsi di lintas batas negara RI-RDTL. Resky juga menegaskan peran organisasi LPRI yang dipimpinnya.
“Kami hadir ke sini bukan untuk mengawasi semata, melainkan menjalankan fungsi LPRI sebagai lembaga pengawasan, pendorong reformasi, serta mitra strategis pemerintah dan aparat dalam memastikan seluruh kebijakan, pelayanan, dan upaya di wilayah perbatasan berjalan benar, transparan, dan bermanfaat bagi rakyat. Wilayah perbatasan adalah wajah depan negara, kedaulatan dan kesejahteraan warga di sini adalah prioritas utama kami.”
Ia menambahkan bahwa LPRI akan terus mendukung setiap langkah positif yang dilakukan Satgas Pamtas dan pemerintah daerah, serta akan memfasilitasi penyampaian aspirasi warga maupun aparat ke tingkat yang lebih tinggi jika diperlukan. Ia juga mengapresiasi kinerja dan dedikasi seluruh prajurit yang bertugas menjaga perbatasan, yang dinilainya telah bekerja sangat baik, profesional, dan penuh pengabdian.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung ke titik batas negara, dan foto bersama, menandai penguatan kerja sama yang erat antara LPRI dan Satgas Pamtas RI-RDTL demi perbatasan yang aman, damai, dan sejahtera.(ArEd)
