Pimpin Gerakan WCD 2025, Camat Firdaus Himbau Masyarakat Terapkan 3 R
Lamsel, libasmalaka.com – Camat Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Firdaus, SE. MM. menghimbau masyarakat diwilayahnya menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3 R).
Himbau disampaikan Camat Firdaus diselah melakukan gerakan World Cleanup Day (WCD) 2025 atau melakukan aksi bersih-bersih secara serentak guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah.
Gerakan yang bertujuan mengurangi permasalahan sampah menciptakan bumi yang bersih dan sehat tersebut, Camat Firdaus menghimbau masyarakat diwilayahnya menerapkan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3 R).
“Prinsip 3R merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengelola sampah. Prinsip ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan memanfaatkan kembali sampah yang dapat didaur ulang,” Katanya.
Camat Firdaus pun berharap WCD dapat menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah,” Jadi tak hanya sekedar bersih-bersih saja WCD ini dapat mewujudkan aksi nyata untuk bumi yang lebih bersih dan sehat serta memupuk nilai cinta kasih dan tanggung jawab terhadap masa depan bumi.” Ujarnya.
“Dalam kegiatan ini juga dapat mengurangi masalah limbah padat dan sampah laut,” Lanjut Camat Firdaus.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, Camat Firdaus juga berharap agar setiap kegiatan didokumentasikan dan dipublikasikan di media sosial dengan menyertakan Lamselmaju#bismillah BISA
Diakhir Ungkapanya, Firdaus mengatakan aksi bersih-bersih akan kembali dilanjutkan pada Minggu mendatang dengan melibatkan para pemuda Desa Banding. “Dengan kebersamaan, kita bisa wujudkan Rajabasa yang bersih, sehat, dan indah, serta turut mendukung gerakan nasional menuju Indonesia Bersih 2029,” Ungkapanya.
Diketahui, Gerakan WCD 2025 dipusatkan di ruas jalan Sumur Terus Desa Banding, Kecamatan Rajabasa Lamsel, gerakan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Sekcam Rajabasa, staf kecamatan, aparat Desa Banding, Canti dan Desa Rajabasa serta Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat setempat (Saf)
