Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Lumajang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi
LUMAJANG – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Polres Lumajang bersama Forkopimda Kabupaten Lumajang melaksanakan Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026, bertempat di Halaman Mapolres Lumajang, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama seluruh unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, dan instansi terkait dalam memperkuat kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, serta bencana alam lainnya yang dapat terjadi akibat meningkatnya intensitas curah hujan.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., dalam amanatnya menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana. Kesiapan personel, sarana prasarana, serta kecepatan koordinasi menjadi faktor penting dalam memberikan penanganan dan pelayanan kepada masyarakat saat terjadi bencana.
Senada dengan hal tersebut, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menegaskan bahwa TNI melalui jajaran Kodim 0821/Lumajang siap bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya mitigasi maupun penanganan bencana.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus diwujudkan melalui langkah nyata, mulai dari pemantauan wilayah rawan bencana, peningkatan koordinasi lintas sektor, hingga kesiapan personel untuk bergerak cepat apabila terjadi keadaan darurat.
Melalui apel siaga tersebut, diharapkan terbangun kesamaan langkah dan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Lumajang. Dengan sinergi yang kuat, penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menyampaikan bahwa kehadiran TNI-Polri bersama pemerintah daerah merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. “Kesiapsiagaan dan sinergi menjadi kunci agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat, sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.” (Pendim 0821/Yud).
