23 Oktober 2026

Dijuluki “RT Balap”, Yadi Ketua RT 10 Gundih Bergerak Cepat Bersama KSH dan Puskesmas Basmi Jentik DBD

IMG-20261023-WA0272
Spread the love

SURABAYA — Kepedulian terhadap kesehatan warga kembali ditunjukkan oleh Yadi, Ketua RT 10 Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan,Jumat.23/10/2026 Kota Surabaya. Setelah adanya warga di wilayahnya yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD), Yadi bergerak cepat melakukan koordinasi bersama kader KSH RW 06, kader lingkungan, serta Puskesmas Gundih untuk meningkatkan upaya pencegahan penyebaran DBD di wilayah RT 10.

Dikenal warga dengan julukan “RT Balap”, Yadi menunjukkan respons cepat terhadap persoalan yang menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Julukan tersebut mencerminkan semangatnya untuk segera bertindak ketika warga membutuhkan perhatian dan penanganan.

Langkah ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah lingkungan bersama para kader dan tenaga kesehatan dalam menjaga masyarakat dari ancaman penyakit DBD. Melalui koordinasi dan kerja sama lintas unsur, upaya pencegahan dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti yang menjadi pembawa virus dengue.

Bersama KSH RW 06 Kelurahan Gundih dan Puskesmas Gundih, gerakan “Bersatu Basmi Jentik DBD” menjadi ajakan kepada seluruh warga agar tidak hanya mengandalkan kegiatan fogging atau pengasapan, tetapi juga aktif menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.

Yadi menegaskan pentingnya kepedulian bersama, terutama ketika ditemukan kasus DBD di lingkungan permukiman. Respons cepat harus diiringi dengan langkah pencegahan yang berkelanjutan agar potensi penyebaran penyakit dapat ditekan.

Kegiatan pencegahan ini juga mengingatkan warga untuk menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air, serta melakukan tindakan pencegahan tambahan sesuai anjuran petugas kesehatan.

Peran KSH sebagai kader sosial dan kesehatan di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran warga. Dengan komunikasi yang baik, edukasi berkelanjutan, dan gotong royong, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kondisi lingkungan masing-masing.

Kolaborasi antara Ketua RT 10 Yadi, kader KSH RW 06, warga, dan Puskesmas Gundih menjadi wujud sinergi dalam menghadapi ancaman DBD. Upaya ini diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih aktif memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, mulai dari bak mandi, wadah penampungan air, pot tanaman, hingga barang bekas di sekitar rumah.

Fogging dapat menjadi salah satu langkah pengendalian nyamuk dewasa berdasarkan pertimbangan petugas kesehatan. Namun, pemberantasan jentik dan pencegahan perkembangbiakan nyamuk tetap harus dilakukan secara rutin agar upaya perlindungan warga berjalan lebih efektif.

Semangat “RT Balap” yang melekat pada Yadi pun menjadi gambaran pentingnya pemimpin lingkungan yang tanggap, peduli, dan mampu menggerakkan masyarakat untuk bertindak bersama.

Melalui gerakan ini, warga RT 10 Kelurahan Gundih diharapkan semakin kompak menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD. Sebab, pencegahan penyakit bukan hanya tugas petugas kesehatan, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

(Azis)

About Post Author