22 Oktober 2026

Trobosan Baru di Era Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Satpas Colombo Jadi Olah Tempat “Dapur Gratis Pejuang Jalanan”

Screenshot_20261022-124449
Spread the love

SURABAYA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya terus memasifkan aksi sosial humanis melalui program bertajuk “Dapur Gratis Pejuang Jalanan”. Program rutin yang digelar setiap hari Selasa dan Kamis ini menyasar para pekerja sektor informal di berbagai titik wilayah urban Kota Surabaya.

Langkah konkret ini menjadi bukti nyata implementasi di lapangan yang selaras dengan visi kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, sekaligus mendukung program prioritas ketahanan pangan dan gizi nasional pemerintah pusat. Kini Satpas Colombo Jadi Olah Tempat “Dapur Gratis Pejuang Jalanan”

Manifestasi Semangat “Polisi Bersama Masyarakat”

Program “Dapur Gratis Pejuang Jalanan” membawa esensi utama dari visi pendekatan humanis Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”. Melalui gerakan ini, Polri melepas stigma sekadar penegak hukum di jalanan, melainkan hadir sebagai pelindung dan pengayom yang peduli pada kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat bawah.

Secara administratif, pelaksanaan setiap babak (chapter) baru dari program dapur gratis ini dilaporkan dan disinkronisasikan secara berkala. Hal ini merupakan wujud pelaksanaan instruksi langsung Kapolri dalam mengedepankan kepedulian sosial di wilayah perkotaan.

Selaras dengan Program Ketahanan Gizi Nasional

Di tingkat pusat, instansi Polri berkomitmen penuh mendukung program prioritas pemerintah dalam pemenuhan gizi nasional melalui pembangunan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum.

Mengikuti instruksi penguatan dari Kapolri, jajaran wilayah termasuk Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya langsung bergerak cepat. Satlantas Polrestabes Surabaya mengimplementasikannya secara kreatif dan spesifik dengan merangkul para “pejuang jalanan”.

Sasar Ratusan Pekerja Informal dan Sediakan Cek Kesehatan

Program ini bertujuan meringankan beban pangan harian serta mengapresiasi kerja keras para pekerja lapangan. Ratusan porsi makanan dan minuman gratis dibagikan secara mobile (berpindah-pindah). Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran utama program ini meliputi:

• Sektor Transportasi & Jasa: Pengemudi ojek online (ojol), sopir taksi online, dan juru parkir (jukir).
• Pekerja Lapangan: Petugas kebersihan kota.
• Masyarakat Umum: Pejalan kaki, lansia, pelajar, serta masyarakat prasejahtera yang membutuhkan.

Tidak hanya membagikan makanan, di beberapa titik pelaksanaan, Satlantas Polrestabes Surabaya juga menyediakan fasilitas pengecekan kesehatan gratis bagi masyarakat yang melintas. Beberapa lokasi strategis yang telah menjadi episentrum kegiatan ini di antaranya adalah di depan Polsek Gubeng, kawasan Bundaran CITO Mall, hingga di depan Mapolrestabes Surabaya.

Melalui program berkala ini, kepolisian berharap hubungan emosional yang baik antara institusi Polri dan masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya, dapat terus terjaga erat dan harmonis.

Terkait Program “Dapur Gratis Pejuang Jalanan”, Agus Setiawan, S.H., selaku Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Diqdaya Indonesia (LPK YLDI), sekaligus pemerhati Publik, memberikan apresiasi tinggi dan mendukung penuh program “Dapur Gratis Pejuang Jalanan” yang diinisiasi oleh Satlantas Polrestabes Surabaya.

Dalam keterangan resminya beliau mengatakan, Kamis (22/10/2026), “Kami dari Lembaga Perlindungan Konsumen Diqdaya Indonesia (LPK YLDI) melihat program ‘Dapur Gratis Pejuang Jalanan’ yang digagas oleh Satlantas Polrestabes Surabaya sebagai sebuah langkah konkret yang luar biasa dan sangat humanis,” ujarnya.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang perlindungan konsumen, lanjut kata Agus Setiawan, kami tidak hanya menyoroti hak-hak konsumen komersial, tetapi juga hak-hak masyarakat bawah—seperti driver ojol, sopir taksi, juru parkir, hingga petugas kebersihan—yang merupakan konsumen ruang publik dan penggerak roda ekonomi informal di Kota Surabaya.

“Ada tiga poin utama mengapa LPK YLDI memberikan dukungan penuh terhadap program ini yakni Meringankan Beban Ekonomi Sektor Informal, Para pejuang jalanan ini setiap hari berhadapan dengan ketidakpastian pendapatan. Bantuan makanan bergizi gratis yang rutin diberikan setiap Selasa dan Kamis ini secara nyata memotong biaya pengeluaran harian mereka. Ini adalah bentuk perlindungan kesejahteraan yang sangat menyentuh akar rumput,” ucap Ketua LPK-YLDI.

Kehadiran pos cek kesehatan gratis di lokasi kegiatan menunjukkan bahwa kepolisian peduli pada aspek paling mendasar dari para pekerja lapangan, yaitu kesehatan. Pekerja jalanan sering kali mengabaikan kondisi fisik mereka demi mengejar setoran, dan fasilitas ini memberikan perlindungan preventif yang sangat mereka butuhkan.

“Implementasi Sempurna Visi ‘Polisi Bersama Masyarakat ini, Langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang diturunkan secara kreatif oleh Polrestabes Surabaya ini berhasil mengubah wajah kepolisian di jalan raya. Polisi tidak lagi hanya identik dengan penegakan hukum atau sanksi, melainkan hadir sebagai pelindung, pengayom, dan mitra yang humanis bagi masyarakat prasejahtera,” tegas Agus Setiawan.

Agus Setiawan, S.H., selaku Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Diqdaya Indonesia (LPK YLDI) menambahkan, Kami berharap program yang selaras dengan agenda ketahanan pangan dan gizi nasional ini dapat terus konsisten berjalan secara berkelanjutan (sustainable) dan menjadi inspirasi bagi instansi atau wilayah lain. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Satlantas Polrestabes Surabaya yang telah membuktikan bahwa negara hadir di tengah-tengah perjuangan masyarakat kecil,” pungkasnya. (Yud)

About Post Author