Tunjangan Minim, Kader Posyandu Rawi Tetap Setia Layani Warga
libasmalaka.com, LAMSEL – Di tengah keterbatasan anggaran dan minimnya tunjangan, para kader Posyandu di Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, tetap menunjukkan dedikasi dalam melayani kesehatan masyarakat.
Kegiatan Posyandu yang rutin digelar setiap bulan menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan bagi balita, ibu hamil, hingga lanjut usia (lansia). Pemerintah Desa (Pemdes) Rawi pun terus mendukung kegiatan tersebut dengan mengalokasikan anggaran untuk obat-obatan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Kepala Desa Rawi, M. Amin, mengungkapkan bahwa pelayanan Posyandu tetap berjalan secara rutin di tiga dusun, yakni Dusun Terkabu, Selapan, dan Rawi, termasuk di dusun induk maupun wilayah pedukuhan.
“Baik di dusun induk maupun di dusun pedukuhan, Posyandu masih tetap berjalan,” ujarnya, Senin (19/10/2026)
M. Amin mengapresiasi peran aktif bidan desa dan para kader Posyandu yang selama ini konsisten memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, ia mengaku prihatin karena besarnya tanggung jawab para kader belum sebanding dengan tunjangan yang mereka terima.
“Kader Posyandu kerjanya ekstra benar. Padahal, tunjangan bulanannya tidak memadai,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan kader Posyandu sangat penting karena mereka menjadi bagian dari garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Dedikasi tersebut patut mendapat perhatian, mengingat pelayanan yang diberikan menyentuh langsung kebutuhan warga.
Sebagai bentuk dukungan, Pemdes Rawi menganggarkan dana obat-obatan sebesar Rp300 ribu per bulan untuk setiap dusun. Dengan tiga dusun yang menjalankan kegiatan Posyandu, total anggaran obat-obatan mencapai Rp10,8 juta per tahun.
Sementara itu, anggaran PMT dialokasikan sebesar Rp150 ribu per bulan untuk setiap dusun, atau total Rp5,4 juta per tahun.
Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan untuk obat-obatan dan PMT Posyandu di tiga dusun tersebut mencapai Rp16,2 juta per tahun.
M. Amin menegaskan, bidang kesehatan masih menjadi salah satu prioritas Pemdes Rawi pada 2027. Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah desa berupaya agar pelayanan dasar yang dibutuhkan masyarakat tetap berjalan.
“Dalam kepemimpinan saya, bekerja untuk melayani masyarakat harus dilakukan sekuat tenaga. Walaupun ada efisiensi anggaran, melayani masyarakat itu wajib hukumnya,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan Posyandu di Desa Rawi terus berjalan secara konsisten, sehingga kebutuhan pelayanan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia tetap mendapatkan perhatian.
Di sisi lain, dedikasi para kader Posyandu menjadi pengingat bahwa keberlangsungan pelayanan kesehatan di tingkat desa tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga membutuhkan dukungan dan perhatian terhadap orang-orang yang bekerja langsung melayani masyarakat. ( Saf)
