Universitas Paramadina Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial dan Aman di Era Digital
JAKARTA, 2 September 2026— Kemudahan transaksi dan akses terhadap layanan keuangan di era digital perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak serta kesadaran untuk melindungi data pribadi. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Open House Universitas Paramadina bertajuk “Cerdas Finansial di Era Digital: Membangun Literasi Keuangan & Melindungi Data Pribadi”, yang digelar Selasa (1/9), di Aula Prof. Firmanzah, Gedung Nurcholish Madjid, Kampus Cipayung, Universitas Paramadina.
Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tantangan pengelolaan keuangan sekaligus risiko keamanan data di tengah semakin berkembangnya teknologi finansial dan transaksi digital.

Direktur Pemasaran dan Beasiswa Universitas Paramadina, Dr. Peni Hanggarini, mengatakan bahwa tema kegiatan tersebut sejalan dengan tiga pilar Universitas Paramadina, yakni keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan.
“Pilar pertama yaitu keislaman, mengajarkan kita untuk mengelola keuangan dengan bijak dan tentunya amanah. Pilar kedua yaitu keindonesiaan, mendorong kita untuk menjadi warga digital yang penuh tanggung jawab. Sementara pilar ketiga yaitu kemodernan, dapat mengajarkan kita untuk menggunakan teknologi secara aman dan cerdas.”
Menurut Peni, ketiga pilar tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak berhenti sebagai nilai yang hanya dipelajari.

“Ketiga pilar tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sekadar nilai yang perlu dipelajari.”
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan kepada peserta, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap peserta tidak hanya memiliki tambahan pengetahuan tetapi juga dapat mulai sedikit demi sedikit membangun kebiasaan yang baik yaitu mengelola keuangan dengan bijak, menjaga data pribadi dengan baik, dan menggunakan teknologi dengan penuh tanggung jawab.”
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, Permata Dian Pratiwi, S.E., M.Sc., menjelaskan bahwa literasi keuangan tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan memahami produk keuangan, tetapi juga mencakup kemampuan menerapkan kebiasaan keuangan yang sehat serta mengelola uang dan melindungi informasi pribadi.
“Akses terhadap produk keuangan sudah semakin luas, tetapi kemampuan menggunakan produk tersebut secara tepat harus terus diperkuat,” ujar Permata Dian.
Dalam paparannya, Permata Dian menyampaikan bahwa universitas memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang cerdas mengelola keuangan, bijak menggunakan teknologi, dan aman dalam melindungi data pribadi. Peran tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, kurikulum, pengembangan ekosistem kampus yang aman secara digital, penelitian, serta keterlibatan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa sebagai kelompok strategis karena pada masa depan mereka akan menjadi pengambil keputusan keuangan. Literasi keuangan perlu diwujudkan dalam berbagai perilaku, mulai dari menabung, memperoleh pendapatan, menggunakan uang, meminjam, berinvestasi, merencanakan keuangan, hingga melindungi aset dan informasi pribadi.
Dari sisi industri pembiayaan, Deputy Director Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Sri Haryati, menjelaskan bahwa perusahaan pembiayaan menyediakan fasilitas untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan barang dan jasa, baik untuk kepentingan produktif maupun konsumtif.
Sri mengingatkan agar masyarakat menggunakan fasilitas pembiayaan secara bijak. Khususnya dalam pembiayaan digital, kemudahan proses tidak seharusnya membuat konsumen mengabaikan kemampuan membayar dan konsekuensi dari kewajiban finansial.
“Pembiayaan harus digunakan secara bijak. Pastikan kemampuan membayar angsuran dan jaga sejarah kredit yang tercatat di SLIK.”
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengambil pembiayaan berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan, menggunakan data pribadi yang sebenarnya, serta tidak meminjamkan data pribadi kepada pihak lain.
Sementara itu, Corporate Secretary, Investor Relations & Sustainability Head PT Bussan Auto Finance, Akmal Abudiman, MM, CSP, CSRS, CSRA, CSFS, SCL., turut memberikan perspektif mengenai pentingnya membangun kesadaran konsumen dalam menggunakan layanan keuangan di tengah perkembangan ekosistem digital.
“Perlindungan data pribadi menjadi bagian penting dalam literasi keuangan digital. Kehilangan perangkat digital, misalnya, tidak hanya berpotensi menyebabkan kehilangan perangkat, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk terhadap risiko kehilangan uang, identitas, bahkan reputasi.”
Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Didip Diandra, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Paramadina memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pengelolaan keuangan dan keamanan digital.
Universitas Paramadina juga terus mengembangkan peran perguruan tinggi sebagai center of financial & digital literacy melalui integrasi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan. Sejumlah penelitian dosen Universitas Paramadina sebelumnya juga menunjukkan keterkaitan antara literasi keuangan, gaya hidup, perilaku keuangan, financial technology, dan perlindungan data pribadi.
Melalui kegiatan tersebut, Universitas Paramadina menegaskan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya memiliki akses terhadap teknologi dan layanan keuangan, tetapi juga memiliki pengetahuan, sikap kritis, perilaku keuangan yang sehat, serta keterampilan untuk melindungi informasi pribadi di tengah transformasi digital.(Red)
