Pembukan Koridor Baru Menghubungkan Malang Kota dan Malang kabupaten

IMG-20260615-WA0230
Spread the love

MALANG RAYA – Kabar menggembirakan hadir bagi masyarakat Malang Raya yang selama ini mengandalkan transportasi publik sebagai penunjang mobilitas harian. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan perluasan layanan Trans Jatim melalui pembukaan koridor 2 yang akan menghubungkan wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang, Senin 15 Juni 2026.

Koridor baru tersebut direncanakan mulai beroperasi pada Oktober 2026, dengan rute yang menghubungkan Terminal Talangagung di Kepanjen hingga Terminal Arjosari di Kota Malang. Kehadiran jalur ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas transportasi publik, khususnya bagi masyarakat di wilayah Malang Selatan yang selama ini belum terlayani secara langsung oleh sistem angkutan massal terintegrasi.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, menyampaikan bahwa proses persiapan koridor 2 kini telah memasuki tahap finalisasi. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas jaringan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau.

“Untuk Trans Jatim di wilayah Malang sudah final. Memang nanti akan ditambahi di koridor 2. Rencana estimasi akan dijalankan bulan Oktober,” ujar Cito dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa koridor ini akan menghubungkan sejumlah titik strategis, dimulai dari Terminal Talangagung di Kepanjen, kemudian menuju Terminal Hamid Rusdi, dan berakhir di Terminal Arjosari. Terminal Hamid Rusdi akan difungsikan sebagai titik transit utama sebelum perjalanan dilanjutkan ke kawasan utara Kota Malang.

“Origin-destination-nya untuk koridor 2 itu keberangkatannya dari daerah Talangagung, Kepanjen, sampai Terminal Hamid Rusdi. Nanti melalui Hamid Rusdi menuju ke Terminal Arjosari,” jelasnya.

Pengembangan koridor ini tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, menekan kemacetan, serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, kehadiran Trans Jatim koridor 2 diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah yang dilintasi, dengan membuka akses yang lebih luas bagi aktivitas perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.

Namun demikian, efektivitas implementasi koridor baru ini tetap akan bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung, integrasi dengan moda transportasi lain, serta konsistensi pelayanan di lapangan. Pengawasan dan evaluasi berkala menjadi faktor penting untuk memastikan layanan berjalan optimal dan sesuai kebutuhan masyarakat.

(Yanto)