MAKI Jatim Bersama Komunitas Ojol Wanita Ajak Masyarakat Maknai Idul Adha 1447 H Agar Perkuat Kepedulian Antar Sesama

IMG-20260527-WA0036
Spread the love

SURABAYA – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 menjadi peristiwa yang sangat spesial dan penuh makna bagi . Tidak hanya menjalankan ibadah qurban sebagai bentuk pengabdian sosial kepada masyarakat, tahun ini MAKI Jatim juga menerima amanah istimewa berupa bantuan satu ekor sapi qurban dari Ibunda Gubernur Jawa Timur.

Bantuan tersebut menjadi simbol dukungan moral dan penguatan kelembagaan terhadap kiprah MAKI Jatim dalam menjaga semangat pemberantasan korupsi serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat Jawa Timur.

Ketua MAKI Jatim, , menyampaikan bahwa Idul Adha tahun ini terasa sangat berbeda karena penuh dengan semangat kolaborasi dan nilai kemanusiaan. Menurutnya, amanah sapi qurban dari Ibunda Gubernur Jawa Timur menjadi kehormatan besar sekaligus tanggung jawab moral bagi lembaga yang dipimpinnya.

“Ini bukan sekadar bantuan hewan qurban, tetapi juga bentuk kepercayaan dan penguatan semangat untuk terus hadir bersama masyarakat,” ujar Heru.

Pada perayaan Idul Adha 1447 H kali ini, MAKI Jatim juga melakukan kolaborasi positif bersama komunitas ojol wanita WATASA yang dipimpin Mbok Ma, serta menggandeng sejumlah komunitas ojol perempuan lainnya dalam proses distribusi daging qurban kepada para pengemudi ojek online.

Kolaborasi tersebut mendapat apresiasi luas karena dinilai menyentuh langsung kelompok masyarakat pekerja lapangan yang selama ini menjadi bagian penting roda ekonomi perkotaan. Tidak hanya membagikan daging qurban, MAKI Jatim juga memberikan bantuan susu kesehatan bagi para ojol wanita. Masing-masing penerima mendapatkan dua pack susu sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan daya tahan tubuh mereka.

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat dalam proses pembagian qurban yang berlangsung humanis dan penuh kekeluargaan. Para ojol wanita menyambut baik kepedulian tersebut dan berharap sinergi sosial seperti ini terus berlanjut di masa mendatang.

Di tengah berbagai isu negatif berbasis hoaks yang sempat diarahkan kepada Ketua MAKI Jatim di media sosial, lembaga ini justru memilih menjawab dengan aksi nyata dan kerja sosial langsung kepada masyarakat. Dukungan amanah sapi qurban dari Ibunda Gubernur Jawa Timur juga dinilai menjadi penguat moral bahwa MAKI Jatim tetap dipercaya dan konsisten berada di jalur perjuangan sosial serta pengawasan publik.

Dalam refleksi Idul Adha 1447 H, Heru Satriyo menegaskan pentingnya memahami makna “pengorbanan” sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim AS. Ia menilai semangat pengorbanan merupakan bagian penting dalam perjuangan hidup, termasuk dalam menjalankan amanah sosial dan perjuangan pemberantasan korupsi di Jawa Timur.

“Pentingnya memahami pengorbanan ini menjadi narasi utama bahwa dalam frasa perjuangan, pengorbanan atas hal apapun dalam berjuang menjadi pelengkap murni artikulasi hikayat kehidupan yang sebenarnya, dan Allah SWT lewat Nabi Ibrahim AS memberikan orkestrasi tersebut di depan kita sebagai bekal untuk mengabdi dan memahami arti kehidupan yang sebenarnya,” ungkap Heru MAKI.

Melalui momentum Idul Adha tahun ini, MAKI Jatim menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya diwujudkan melalui kritik dan pengawasan terhadap kebijakan publik, tetapi juga melalui aksi sosial, kepedulian kemanusiaan, serta penguatan solidaritas bersama masyarakat kecil.(yud))