Pemantapan Pengurus WRC Birendra Provinsi Jatim Periode 2026 – 2031 di Cafe D’Jago Surabaya

Screenshot_20260523-171932
Spread the love

SURABAYA – Upaya pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika terus digencarkan berbagai elemen masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian terhadap ancaman bahaya narkoba yang semakin meresahkan, sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, dan aktivis sosial resmi membentuk sekaligus pemantapan kepengurusan struktur Walet Reaksi Cepat ( WRC ) Birendra Jatim dalam sebuah kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan yang diselenggarakan di Cafe D’Jago yang berada di Jalan Chairil Anwar Surabaya., Jumat, (22/05/2026).

Acara pemantapan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, organisasi kepemudaan, komunitas sosial. Turut serta hadir Wakil Ketua Umum WRC Pusat Mohammad Arief Rahman,S.H (Abah Arief) dan Rahmad Fathoni (Bang Onie).

Dalam suasana penuh komitmen, para undangan yang hadir menyatakan tekad bersama untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.

Ketua WRC Birendra Jatim Ridwan S.T., atau yang akrab disapa Abah Dowan, menyampaikan bahwa keberadaan lembaga ini bertujuan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, sosialisasi, serta pendampingan kepada masyarakat terkait bahaya narkoba. Selain itu, lembaga juga berkomitmen membangun sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam mendukung program pemberantasan narkoba.

“Pemantapan struktur ini merupakan bentuk kepedulian nyata masyarakat terhadap ancaman narkoba yang sudah masuk ke berbagai lapisan. Kami ingin hadir untuk memberikan edukasi dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar bersih dari narkoba,” ujarnya. Jum’at (22/05/2026).

Pemantapan lembaga WRC Birendra Jatim ditandai dengan pembacaan ikrar anti narkoba dan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh peserta yang hadir. Dalam ikrar tersebut, seluruh anggota menyatakan siap mendukung upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba demi terciptanya lingkungan yang aman dan sehat.

Selain deklarasi, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan tentang dampak buruk narkoba terhadap kesehatan, sosial, dan masa depan generasi muda. Para peserta berharap keberadaan lembaga anti narkoba ini dapat menjadi wadah positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat gerakan bersama melawan narkoba.

Dengan pemantapan lembaga WRC Birendra Jatim ini, diharapkan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba serta menjaga masa depan generasi penerus bangsa. (yud)