πŸ”΄ DPR USULKAN SIDIK JARI & RETINA UNTUK BELI GAS 3 KG β€” SUBSIDI SELAMA INI SALAH SASARAN?

file_000000001eb871fa9a56a6c7dd812b6e
Spread the love

πŸ”΄ DPR USULKAN SIDIK JARI & RETINA UNTUK BELI GAS 3 KG β€” SUBSIDI SELAMA INI SALAH SASARAN?

Libas MalakaJakarta.com β€” Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melontarkan usulan tegas terkait penyaluran subsidi gas elpiji 3 kilogram (kg). Ia mendorong pemerintah untuk menerapkan sistem verifikasi biometrik, seperti sidik jari hingga retina mata, dalam proses pembelian gas subsidi.

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, bukan justru bocor ke pihak yang tidak berhak.

Said menilai, selama ini mekanisme penyaluran subsidi masih memiliki celah besar. Sistem yang hanya mengandalkan basis data pemerintah dianggap belum cukup kuat untuk menyaring penerima secara akurat di lapangan.

> β€œYang diperlukan justru adalah subsidi Elpiji 3 kg itu harus tepat sasaran, targeted,” tegas Said saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, persoalan utama bukan sekadar data, tetapi lemahnya proses verifikasi saat distribusi berlangsung. Akibatnya, subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil justru berpotensi disalahgunakan.

Untuk itu, Said mengusulkan verifikasi berlapis berbasis biometrik sebagai solusi konkret. Dengan sistem ini, setiap pembelian gas subsidi dapat dipastikan langsung terhubung dengan identitas penerima yang sah.

> β€œCaranya bukan sekadar pemerintah punya data sentral, tetapi juga lakukan verifikasi berulang kali dengan menggunakan biometrik bagi orang yang berhak,” lanjutnya.

Banggar DPR RI bahkan mencatat adanya ketimpangan antara jumlah penerima subsidi yang tercatat dengan jumlah yang benar-benar layak menerima. Artinya, selama ini ada indikasi kuat bahwa subsidi belum sepenuhnya tepat sasaran.

Jika diterapkan, sistem biometrik ini diharapkan mampu:

Menutup celah penyalahgunaan subsidi

Mencegah penimbunan dan distribusi ilegal

Memastikan hanya masyarakat berhak yang bisa membeli gas 3 kg

Namun di sisi lain, wacana ini juga berpotensi memicu perdebatan, terutama terkait kesiapan infrastruktur, perlindungan data pribadi, serta kemudahan akses bagi masyarakat kecil.

Pertanyaannya sekarang:
Apakah sistem biometrik ini akan jadi solusi, atau justru menyulitkan rakyat kecil saat membeli gas?

—––
Penulis: Andry Bria
Redaksi: LibasMalaka.com – Suara Rakyat, Fakta & Integritas