HPN 2026 di Jombang: Refleksi Pers Profesional di Tengah Tantangan Demokrasi dan Arus Digital

20260209_121710
Spread the love

JOMBANG – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 di Kabupaten Jombang menjadi ruang refleksi bersama bagi insan pers, pemerintah, dan aparat penegak hukum.

Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, kegiatan yang digelar Solidaritas Wartawan Jombang (SWJ) ini menegaskan kembali posisi strategis pers sebagai pilar demokrasi sekaligus penjaga kualitas informasi publik di tengah derasnya arus digitalisasi, Senin (09/02/2026).

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Polres Jombang, Kejaksaan Negeri Jombang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta puluhan jurnalis dari berbagai platform media, baik cetak, daring, maupun elektronik yang tergabung dalam SWJ.

Ketua Solidaritas Wartawan Jombang, Hendro Prasetyo, dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan HPN tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Menurutnya, momentum ini harus dimaknai sebagai ajakan untuk melakukan evaluasi dan pembenahan internal demi meningkatkan kualitas jurnalistik yang profesional, beretika, dan berpihak pada kepentingan publik.

Ia secara terbuka mengakui masih adanya kekurangan dalam praktik jurnalistik di lapangan. Oleh karena itu, SWJ membuka ruang evaluasi melalui formulir masukan yang dibagikan kepada para undangan sebagai bahan koreksi bersama.

“Kami berharap masukan ini diisi secara jujur. Kritik dan saran sangat penting bagi kami agar ke depan kerja-kerja jurnalistik di Jombang semakin akuntabel dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Hendro.
Lebih lanjut, Hendro menyampaikan bahwa HPN 2026 juga diisi dengan kegiatan sosial, seperti pembagian kalender kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Langkah tersebut, menurutnya, merupakan simbol kedekatan pers dengan publik sekaligus pengingat bahwa jurnalis hadir untuk melayani kepentingan masyarakat luas. Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat keterbatasan.

Apresiasi terhadap peran pers juga disampaikan oleh perwakilan Polres Jombang. Ia menegaskan bahwa media memiliki kontribusi penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

“Sinergi antara pers dan kepolisian harus terus dijaga. Kami mengajak rekan-rekan media untuk selalu mengedepankan verifikasi sebelum menaikkan berita, agar tidak memicu kesalahpahaman atau polemik di tengah masyarakat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Jombang. Ia menilai hubungan antara kejaksaan dan pers sebagai kemitraan strategis dalam penyampaian informasi publik. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa dunia jurnalistik bukanlah hal asing baginya, mengingat latar belakang keluarga yang pernah berkecimpung di dunia pers.

“Tanpa pers, lembaga penegak hukum akan kesulitan menjangkau masyarakat. Karena itu, hubungan ini harus terus dijaga dengan prinsip saling menghormati dan tujuan yang sama, yakni kepentingan publik,” ujarnya.

Puncak refleksi HPN 2026 ditandai dengan sambutan Bupati Jombang yang dibacakan oleh perwakilannya. Pemerintah Kabupaten Jombang menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers, khususnya yang bertugas di wilayah Jombang. Dalam sambutan tersebut, ditegaskan bahwa pers diharapkan tetap menjadi rujukan informasi yang jujur, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.

Di tengah era media sosial yang memungkinkan setiap orang memproduksi informasi, pers profesional dihadapkan pada tantangan besar berupa maraknya hoaks dan disinformasi. Oleh karena itu, insan pers dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan independensi dan etika jurnalistik.

“Pers memiliki peran sebagai kontrol sosial sekaligus jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Kritik yang disampaikan harus bersifat membangun, demi menjaga persatuan dan kualitas demokrasi,” demikian pesan Bupati Jombang.

Tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” dinilai relevan dengan kondisi saat ini. Pers yang sehat secara etika dan profesional diyakini mampu mendorong iklim demokrasi yang berkualitas, mendukung kebijakan publik yang berpihak pada rakyat, serta memperkuat ketahanan bangsa dari ancaman manipulasi informasi.

Melalui peringatan HPN 2026 ini, SWJ berharap terbangun dialog yang lebih terbuka antara pers, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan. Lebih dari sekadar perayaan, Hari Pers Nasional menjadi pengingat akan tanggung jawab moral jurnalis dalam menjaga integritas informasi, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Dengan semangat refleksi dan kebersamaan, insan pers Jombang meneguhkan komitmen untuk terus menjaga marwah jurnalistik demi terwujudnya masyarakat yang kritis, ekonomi yang berdaulat, dan bangsa yang kuat.
( MBS)