Operasi Lilin Turangga Berlangsung 14 Hari, Mulai 20 Desember 2025 hingga 02 januari 2026,Kapolres Malaka Sampaikan Amanat Kapolri

Screenshot_20251219-135732~2
Spread the love

Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Malaka menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025. Apel tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergitas antarinstansi sebelum operasi dimulai.

Apel Gelar Pasukan yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Malaka dipimpin langsung oleh Kapolres Malaka, AKBP Ricky Ganjar Gumilar, S.I.K, M.M, dan diikuti oleh Waka Polres Malaka beserta PJU dan Personil Polres Malaka, Anggota DPRD Malaka, Pimpinan OPD Malaka, Anggota TNI dari Yonif RK 744/SYB KompiPan A, dan KompiPan D, dan TNI Dari Kodim 1605/belu, seluruh jajaran Komandan Rayon Militer Wilayah Malaka, Komandan Pos Brimob Pengamanan Perbatasan RI- RDTL beserta Personil.

Saat Menyampaikan Amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Kapolres Malaka membeberkan, Sebagaimana diketahui bersama, perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan salah satu agenda nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Momentum Nataru dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, serta berkumpul dan berlibur bersama keluarga, sehingga berdampak pada meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat di berbagai daerah. Sejalan dengan peningkatan mobilitas tersebut, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, Sebut Kapolres

Potensi pergerakan masyarakat pada Nataru tahun 2025, diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat sebesar 7,97 persen atau 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, berdasarkan informasi BMKG, terdapat 3 sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut beriringan dengan prediksi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada periode November 2025 hingga Februari 2026, sehingga meningkatkan potensi terjadinya peristiwa bencana alam.

Situasi ini tentunya menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi, sehingga pelayanan Nataru tahun ini harus dilaksanakan secara ekstra dibandingkan tahun- tahun sebelumnya, mulai dari aspek pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sebagai wujud kesiapsiagaan tersebut, Polri dengan didukung stakeholder terkait menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Operasi Lilin 2025” yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 20 Desember 2025 s.d. 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan yang terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI dan 55.289 personel dari Instansi terkait lainnya. Dalam rangka mendukung pelaksanaan operasi, telah dipersiapkan 2.903 posko, yang terdiri dari 1.807, Pos Pam, 763 Pos Yan, dan 333 Pos Terpadu yang tersebar di seluruh wilayah guna melakukan pelayanan pada 44.436 objek, antara lain gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat wisata maupun lokasi perayaan tahun baru. Pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan secara optimal bagi masyarakat.

Peserta apel dan para hadirin yang saya banggakan, Lanjut Kapolres Malaka, Bersama stakeholder terkait telah melakukan pemetaan Dalam rangka pelayanan Nataru tahun ini, Polri terhadap berbagai potensi permasalahan, baik di

bidang Kamseltibcarlantas, maupun bidang lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas dan kelancaraan perayaan Nataru. Pada sisi kamseltibcar lantas, Polri bersama dengan Ditjen Perhubungan Darat dan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, serta Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama

Surat keputusan bersama mengatur tentang pembatasan operasional angkutan barang, penerapan rekayasa lalu lintas hingga pengendalian arus lalu lintas penyeberangan laut. Surat Keputusan Bersama tersebut harus dipedomani dan

dilaksanakan secara konsisten di lapangan. Secara khusus, pada titik-titik rawan kepadatan di jalur tol dan jalan arteri, pengaturan serta rekayasa lalu lintas harus dilakukan dengan tepat dengan mempertimbangkan kondisi lapangan. Guna mendukung upaya tersebut, teknologi seperti traffic counting dan sistem pemantauan lalu lintas harus dimanfaatkan dengan baik untuk memastikan pengendalian arus lalu lintas berjalan efektif.

Dalam rangka mengantisipasi kepadatan penumpang pada titik pelayanan moda transportasi umum, pengelolaan secara terpadu bersama stakeholders terkait harus ditingkatkan untuk mendorong pembelian tiket secara online, serta

memastikan arus keluar dan masuk penumpang berjalan dengan lancar pada terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Tidak hanya moda transportasi umum, pengaturan lalu lintas di kawasan wisata serta akses menuju objek wisata harus dioptimalkan guna mencegah terjadinya kepadatan arus lalu lintas. Ketersediaan

fasilitas parkir yang memadai, pengaturan jalur keluar dan masuk kendaraan, serta penataan lokasi pedagang menjadi faktor penting dalam menjamin kenyamanan dan

keselamatan masyarakat selama berwisata. Selanjutnya pada sisi Kamtibmas, untuk menjamin pelaksanaan ibadah Natal berlangsung dengan aman dan khidmat, pastikan setiap lokasi ibadah sudah disterilisasi dan libatkan ormas-ormas keagamaan dalam kegiatan pelayanan sebagai wujud toleransi beragama.

Ancaman terorisme juga menjadi tantangan yang serius. Untuk itu, kedepankan deteksi dini dan preventive strike untuk mencegah pelaku teror

melancarkan aksinya, serta lakukan penjagaan ketat pada pusat keramaian maupun tempat ibadah agar kita dapat memastikan tidak ada letupan sekecil apapun dalam pelaksanaan ibadah Natal ataupun malam pergantian tahun.

Berkaitan dengan kejahatan konvensional, lakukan pemetaan dan patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa, utamanya pada jam dan lokasi rawan. Selain itu, fasilitasi penitipan kendaraan masyarakat pada kantor-kantor kepolisian guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bepergian dalam waktu lama. Selain itu, terkait potensi bencana alam, diperlukan kesiapsiagaan yang menyeluruh melalui penyiapan tim tanggap bencana serta sarana dan prasarana pendukung. Lakukan antisipasi terhadap potensi longsor dan banjir, khususnya pada ruas-ruas jalan utama, jalur alternatif, dan akses menuju kawasan objek vital. Pada jalur-jalur rawan tersebut, posko terpadu harus disiagakan dan dilengkapi perlengkapan SAR yang memadai guna mendukung respons cepat dan penanganan darurat.

Pada saat yang sama, terus lakukan monitoring terhadap ketahanan dan ketersediaan pangan serta BBM. Pastikan harga, distribusi dan ketersediaannya

terjaga secara stabil. Dukungan respons cepat terhadap berbagai situasi di lapangan juga menjadi bagian penting dalam pelayanan Nataru. Dalam hal ini, layanan darurat Kepolisian 110 diharapkan dapat menjadi sarana utama dalam menerima laporan serta permintaan bantuan masyarakat, untuk ditindaklanjuti secara cepat dan tuntas.

Seluruh pelaksanaan tugas di lapangan tentunya harus disertai dengan strategi komunikasi publik yang tepat. Pastikan masyarakat dapat mengetahui setiap informasi terkait layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas, ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama, informasi cuaca hingga penerapan pengaturan rekayasa arus lalu lintas, sehingga seluruhnya dapat terlayani dengan baik.

Peserta apel dan para hadirin yang saya banggakan, Sambung Kapolres Malaka , Sebelum mengakhiri amanat ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi- tingginya kepada seluruh personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Kementerian terkait, BNPB, BMKG, Bapanas, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Mitra Kamtibmas, serta seluruh pihak terkait yang turut berpartisipasi dalam mendukung Operasi Lilin Turangga 2025.

Saya ingin tekankan kembali, bahwa keberhasilan pelayanan Nataru merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam pelaksanaan tugas, karena hal tersebut merupakan kunci utama kesuksesan penyelenggaraan sebuah operasi. Kepada seluruh personel, saya berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan. Jadikan pelayanan Nataru sebagai sebuah kebanggaan dan niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ladang ibadah. Tegas Kapolres

Demikian amanat saya, terakhir saya mengucapkan “Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026”

Selamat bertugas, Semoga cinta kasih Tuhan senantiasa memberkati dan menyertai kita dalam setiap pelaksanan tugas demi memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan Negara. Tutup Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar.

Editor  : Andry /Edi.S

Sumber Humaspolresmalaka