Jauhi Fitnah Perbanyak Ibadah Cinta Ulama dan Rasulullah Jadi Penuntun Keselamatan” : Tausiyah Abuya Achmad Yani Iliyin Sentuh Ratusan Jamaah

20251130_144654
Spread the love

WRINGINANOM,GRESIK –  Suasana penuh kekhidmatan mewarnai gelaran Tholabul Ilmi bersama Mursyid Tunggal Jam’iyah Sholawat Al-Iliyin, Abuya Achmad Yani Iliyin, yang juga pendiri serta pengasuh Pondok Pesantren Internasional Al-Iliyin. Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati lokasi majelis untuk mengikuti tausiyah yang sarat makna dan nasihat kehidupan. Sabtu (29/11/2025).

Dalam ceramahnya, Abuya Achmad Yani Iliyin mengangkat tema penting mengenai kecintaan kepada ulama, adab terhadap Rasulullah SAW, serta bahaya fitnah di era media sosial yang kian marak.

Kisah Ashabul Kahfi dan Kemuliaan bagi Orang yang Dekat dengan Ulama

Mengawali tausiyah, Abuya menuturkan kisah Ashabul Kahfi, para pemuda beriman yang mendapat perlindungan Allah. Ia menyoroti bagaimana seekor anjing yang najis sekalipun mendapatkan kemuliaan karena kedekatannya dengan orang-orang saleh.
“Anjing itu menjaga pintu gua, setia kepada para pemuda saleh. Kesetiaan itu Allah abadikan dalam Al-Qur’an. Jika anjing saja dimuliakan karena dekat dengan ulama, apalagi manusia yang mencintai ulama dan menjaga adab,” tutur beliau disambut anggukan para jamaah.

Abuya menegaskan, kecintaan kepada ulama dan tanah air merupakan warisan luhur yang harus dijaga, terutama oleh generasi muda.

Waspadai Fitnah di Media Sosial: Jaga Lisan dan Perbanyak Dzikir.

Dalam bagian lain ceramahnya, Abuya menyampaikan keprihatinan atas maraknya fitnah yang menyeret tokoh agama, kyai, dan ulama, terutama di dunia maya. Fenomena ini, menurutnya, dapat menjerumuskan seseorang pada dosa besar jika tidak berhati-hati.
“Jangan ikut-ikutan menebar fitnah terhadap para ulama di media sosial. Perbanyak dzikir, sholawat, jaga lisan. Memusuhi wali Allah adalah perkara besar yang bisa menghancurkan seseorang,” tegasnya.

Ia mengingatkan jamaah agar tidak mudah terbawa arus opini dan informasi yang belum jelas kebenarannya, karena fitnah dan ujaran kebencian menjadi salah satu sumber kerusakan umat.

Kerinduan Rasulullah kepada Umat Akhir Zaman

Abuya juga menuturkan kisah yang menggugah tentang Rasulullah SAW yang menangis saat menyampaikan kerinduannya kepada umat yang mencintainya meski tidak pernah bertemu langsung.
“Ketika Rasulullah menyebut ‘saudara-saudaraku’, para sahabat merasa heran. Rasul menjelaskan, saudara beliau adalah umat akhir zaman yang mencintai beliau tanpa pernah melihatnya. Semoga kita termasuk golongan itu,” ucap Abuya dengan suara penuh haru.

Suasana majelis sempat hening ketika jamaah larut dalam perenungan dan rasa syukur.

Perbedaan Ujian dan Laknat: Cara Menilai Musibah dalam Hidup

Dalam tausiyah tersebut, Abuya memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara ujian dan laknat, serta bagaimana seseorang mengetahui apakah musibah yang dialaminya adalah bentuk kasih sayang Allah.
“Jika kesulitan membuatmu semakin dekat kepada Allah, itu ujian yang mengangkat derajat. Tapi bila cobaan membuatmu jauh dari Allah, hati-hati… bisa jadi itu peringatan keras,” pesannya.

Nasihat ini menjadi salah satu poin penting yang banyak dicatat oleh para jamaah.

Persiapan Rombongan Umroh: Jaga Adab dan Kebersihan Hati.

Abuya juga menyampaikan informasi terkait keberangkatan jamaah umroh yang akan bertolak melalui Surabaya, lalu transit ke Jakarta dan Cina sebelum menuju Tanah Suci.
“Di Madinah nanti jangan langsung ke masjid sebelum istirahat. Jaga kesehatan agar ibadah kuat dan sempurna. Persiapkan hati untuk sowan kepada Rasulullah dengan niat yang bersih,” himbaunya.

Penutup: Istiqomah, Akhlak, dan Persatuan Umat

Menjelang akhir ceramah, Abuya kembali menekankan pentingnya istiqomah, menjaga akhlak, memperbanyak ibadah, dan menjauhkan diri dari fitnah yang dapat merusak persatuan umat.

Pengajian Tholabul Ilmi itu ditutup dengan lantunan sholawat serta doa bersama yang menggema dengan penuh kekhusyukan. Jamaah tampak pulang dengan wajah haru dan semangat baru untuk memperbaiki diri, mencintai ulama, serta memperkuat hubungan hati dengan Rasulullah SAW.
(MBS)